Biaya Besar, Pelantikan Gubernur DKI Tuai Protes

INILAH.COM, Jakarta - Besarnya anggaran pelantikan gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta menuai reaksi fraksi dikalangan dewan. Dewan meminta alokasi anggaran pelantikan yang mencapai Rp822 juta, dipangkas.

Ketua Fraksi Partai Demokrat, Aliman Aat mengatakan, pelantikan gubernur dan wakil gubernur DKI yang rencananya bakal berlangsung pada 7 Oktober 2012 mendatang, sudah selayaknya digelar secara sederhana. “Pelantikan itu bukan pesta kemenangan. Namun titik landas untuk bekerja sang pemenang,” ujar Aliman, Rabu (26/9).

Sependapat Aliman, Ketua Fraksi Partai Golkar, Ashraf Ali menyatakan, pihaknya telah mengajukan permintaan pemangkasan anggaran. “Kami meminta anggaran dipangkas. Sebelumnya mencapai Rp822 juta, kami meminta dipangkas hingga dikisaran Rp500 jutaan,” ucap Ashraf.

Lebih lanjut Ashraf menyatakan, bahwa proses pelantikan orang nomor satu dan dua di Ibukota ini bakal menjadi perhatian seluruh warga. Karena sudah sepatutnya berlangsung secara sederhana. “Ingat, pelantikan ini bukan resepsi pernikahan atau pesta. Yang digunakan adalah uang negara yang merupakan uang rakyat,” tegasnya.

Sementara Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Selamat Nurdin, juga menyatakan sepakat dengan dua koleganya tersebut. Selamat menyatakan pelaksanaan pelantikan yang terlalu mewah akan menyakiti perasaan masyarakat. Terlebih ditengah lilitan ekonomi yang sulit masih banyak warga yang hidup di bawah garis kemiskinan.

“Pelantikan ini jangan sampai menyinggung perasaan rakyat. Jadi memang harus berlangsung sederhana,” tegas Selamat yang juga menjabat sebagai Ketua DPW DKI PKS ini.

Sebelumnya Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) mengatakan, alokasi anggaran pelantikan Gubernur DKI Jakarta terpilih sebesar Rp822.445.000. Fitra menilai jumlah tersebut terlalu besar. Koordinator FITRA, Uchok Sky Khadafi, menyatakan ada baiknya jumlah tersebut dikurangi sebesar 50 persen hingga mencapai angka Rp400 juta.

“Ini agar upacara pelantikan tidak boros anggaran, maupun kegiatan upacara pelantikan jadi sederhana, dan hikmah buat publik rakyat. Toh Jokowi juga dipilih kebanyakan suara dari rakyat,” tegas Uchok.

Sementara itu, Sekertariat DPRD DKI membenarkan ada pagu anggaran Rp822 juta lebih dalam APBD DKI 2012 untuk acara pelantikan gubernur terpilih 2012. Sekertaris DPRD, Mangara Pardede, mengungkapkan uang sebanyak itu bisa dihabiskan dalam satu hari saja, karena kebutuhannya besar. "Kita akan undang sebanyak 2000 orang dalam pelantikan, dan kita menyediakan konsumsinya," ujarnya.

Dalam APBD DKI 2012, dengan nomor rekening 1.20.002.29.013 tercantum Penunjang kegiatan Pelantikan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Terpilih Tahun 2012 sebesar Rp822.445.000.[dit]

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.