Biaya Isoman di Hotel Belum Dibayar, UMKM Disebut Bisa Bangkrut

·Bacaan 1 menit

VIVA - Ketua Departemen Hotel Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Nofel Saleh Hilabi, mengaku mengikuti arahan Presiden Jokowi yang meminta para pengusaha hotel menggunakan hotel mereka untuk tempat isolasi mandiri (isoman) dan tenaga kesehatan. Namun, banyak dari para pengusaha itu belum mendapatkan hak mereka.

“Ada pengusaha hotel yang belum dibayar dari 6-8 bulan lho Pak Jokowi,” kata Nofel melalui keterangan persnya, Kamis, 8 Juli 2021.

Nofel menuturkan penunggakan kamar hotel ini akan berdampak domino terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Karena supplier hotel dari UMKM, seperti laundry, pangan, petani sayur dan lain-lain akan berdampak progam yang bagus dari Presiden Jokowi ini bisa kandas.

"Karena UMKM terancam bangkrut disebabkan belum adanya pembayaran dari Satgas COVID-19 dan pemerintah,” katanya.

Baca juga: Rusun Daan Mogot Disiapkan Jadi Tempat Isolasi Mandiri Pasien COVID-19

Selain itu, pengangguran juga akan bertambah karena pengusaha hotel akan memangkas karyawannya karena kesulitan membayar gaji pegawai dan membayar para UMKM yang menjadi supplier.

“Pemerintah berkontribusi menambah pengangguran karena tidak dibayarnya pelaku usaha hotel. Kami sangat memohon kepada Presiden Jokowi agar memerintahkan Kemenkeu dan BNPB untuk membayar tunggakan karena banyak hotel yang kolaps disebabkan tunggakan pemerintahan,” tutur pengusaha muda tersebut.

Pemerintah pusat masih menunggak pembiayaan isolasi pasien COVID-19 tanpa gejala (OTG) dan tempat tinggal tenaga kesehatan ke 21 hotel di Jakarta dan sekitarnya. Tidak tanggung-tanggung, nilai tunggakan mencapai Rp194.870.350.000.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel