Biaya NICU Per Hari Mencapai Rp 2 Juta

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Apa sebenarnya Neonatal Intensive Care Unit (NICU) sampai-sampai di level ibu kota saja hanya ada 143 buah. Ternyata biaya perawatan menggunakan alat tersebut mencapai Rp 1 juta sampai Rp 2 juta per harinya.

Rumah sakit sekelas RSCM saja hanya memiliki 10 NICU dan hanya ada di beberapa rumah sakit saja alat tersebut.

NICU adalah ruang perawatan intensif di rumah sakit yang difungsikan untuk merawat bayi prematur dan bayi baru lahir sampai usia 30 (tigapuluh) hari yang memerlukan pengobatan dan perawatan khusus dibawah pemantauan tim dokter, guna mencegah dan mengobati terjadinya kegagalan organ-organ vital.

Bayi-bayi yang berada di NICU umumnya adalah bayi dengan risiko tinggi. Bayi risiko tinggi adalah bayi yang mempunyai kemungkinan lebih besar untuk menderita sakit atau kematian daripada bayi lain. Untuk meningkatkan dan mengoptimalkan perawatan bayi baru lahir.

NICU difasilitasi dengan berbagai alat mulai dari alat pernafasan, alat pengontrol detak jantung, pengatur suhu, serta lain-lain ytang dibutuhkan untuk mengontrol kesehatan bayi secara intensif. Dokter dan perawatnya pun tidak bisa sembarangan, harus memang orang-orang yang ahli dan terbiasa merawat bayi.

"Alat itu harus dikendalikan dokter spesialis anak 24 jam, termasuk perawatnya harus 24 jam, itu satu inkubator dipantau, dimonitor oleh satu perawat 24 jam," ungkap Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Dien Emawati di Kator Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Selasa (19/2/2013).

Lanjutnya, biaya per hari menggunakan fasilitas tersebut harus merogoh kocek yang cukup banyak. "Sehari bisa mencapai Rp 1 juta sampai Rp 2 juta," ujarnya.

Namun, tentunya tidak diterimanya Dera bukan karena alasan biaya, tetapi lebih pada fasilitas yang terbatas atas rumah sakit-rumah sakit yang didatanginya. Dari delapan rumah sakit yang didatanginya ada yang memiliki fasilitas tersebut tetapi sedang digunakan semuanya. Sementara yang lainnya tidak memiliki fasilitas tersebut.

Fasilitas tersebut tidak melihat kelas pasien, siapa pun yang membutuhkannya bisa menggunakannya termasuk masyarakat yang memiliki Kartu Jakarta Sehat (KJS).

"Tidak ada hubungannya ditolak dengan KJS, karena ada rujukan dari puskesmas Pasar Minggu, sudah menggunakan KJS, dia masyarakat Jakarta yang bisa dibuktikan KTP dan Kartu Keluarga DKI Jakarta, jadi aspek pembiayaan tidak ada masalah. Yang bermasalah alat NICU yang tidak ada," ucapnya.

Kedepan Dinas DKI Jakarta akan melakukan integrasi informasi rumah sakit, supaya bisa dengan mudah mencari rumah sakit yang NICU-nya nganggur.

"Ini harus menjadi perhatian, sehingga kita bersama-sama harus bekerjasama khusus RSCM dan FKUI, supaya sistem rujukan berjalan dengan baik," ucap Dirjen Bina Upaya Kesehatan Kementerian Kesehatan Akmal Taher.

Klik:

  • Cabuli 15 Bocah, Seorang Pria di Depok Dibekuk Polisi
  • Tabrak Mobil Tangki BBM, Siswa MAN Ende Tewas
  • Jokowi Tak Setuju KJS Ditunda Sampai Fasilitas RS Siap
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.