Biaya Operasional Besar, Masjid Sheikh Zayed Solo Bakal Dikelola Kemenag

Merdeka.com - Merdeka.com - Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka memastikan pengelolaan Masjid Sheikh Zayed menjadi tanggung jawab Kementerian Agama (Kemenag). Putra sulung Presiden Jokowi mengaku sudah mendapatkan arahan langsung dari Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.

"Itu dari Kemenag semua. Maintenance dan segala macamnya dari Kemenag semua. Soalnya untuk maintenance, operasional itu gede banget, nggak bisa kalau hanya mengandalkan APBD," ujar Gibran, Selasa (8/11).

Menurut arahan Menteri Agama, lanjut Gibran, perlakuan Masjid Sheikh Zayed sama seperti Masjid Istiqlal Jakarta.

"Pokoknya gede ya. Kalau digarap sendiri ya nggak bisa," tandasnya.

Bereskan Bagian Luar

Gibran menambahkan, Masjid Sheikh Zayed terdiri dari tiga bidang. Ketiga bidang tersebut semua bakal dikelola oleh Kemenag. Pemkot Solo hanya mengelola atau membereskan bagian luar, termasuk PKL, parkir, kemacetan, dan lainnya.

Terkait kepengurusan masjid, Gibran mengatakan, semua ditentukan oleh Kemenag. Begitu pula dengan sosok imam besar yang akan dikukuhkan menjelang peresmian masjid, pada 17 November. Pihaknya hanya memberi masukan saja.

"Nanti Pak Menteri (Agama) akan memberikan arahan ke kami. Nanti sehari sebelum peresmian masjid akan dikukuhkan untuk imam besar dan pengelolanya juga," terangnya.

Terkait lokasi parkir, Gibran menjelaskan, sesuai perintah Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, gedung Denbekang (Detasemen Pembekalan Angkutan IV-44-04/Surakarta) sudah dirobohkan. Perobohan tersebut juga sudah dikomunikasikan dengan Pangdam IV/ Diponegoro Mayjen TNI Widi Prasetijono.

"Sudah dihancurkan. Kemarin satu hari setelah Pak Menteri dari sini langsung dihancurkan. Kecuali yang cagar (budaya), itu yang dipinggir," pungkasnya. [yan]