Biayai Proyek Lingkungan, Bank Mandiri Terbitkan Obligasi Bekelanjutan

Raden Jihad Akbar, Mohammad Yudha Prasetya
·Bacaan 2 menit

VIVABank Mandiri meraih dana segar US$300 juta melalui penerbitan perdana sustainability bond bertenor lima tahun dengan kupon 2,00 persen. Pendanaan tersebut akan digunakan untuk membiayai kembali proyek-proyek berwawasan lingkungan (green) dan sosial.

Direktur Treasury dan International Banking Bank Mandiri, Panji Irawan menjelaskan, dalam penerbitan sustainability bond ini, Bank Mandiri menunjuk Deutsche Bank, HSBC, dan Mandiri Securities sebagai Joint Lead Managers.

"Ini merupakan penerbitan sustainability bond pertama Bank Mandiri dan merupakan bagian dari implementasi Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan (RAKB) yang telah disusun dan telah memenuhi standar sustainability bond guidelines dari International Capital Market Association (ICMA)," kata Panji dalam keterangan tertulisnya, Selasa 13 April 2021.

Baca juga: Dorong Kredit UMKM, Airlangga Tegaskan Bank Jangan Ada di Zona Nyaman

Selain itu, Panji juga menjelaskan bahwa framework ini selaras dengan Association of Southeast Asian Nation (ASEAN) Sustainability Bond Standards, Green Bond Standards, dan Social Bond Standards.

Dia menegaskan, Bank Mandiri telah berkomitmen untuk menjalankan praktik Keuangan Berkelanjutan dengan menyusun RAKB yang diimplementasikan melalui tiga pilar strategis. Ketiga pilar itu adalah Sustainable Banking, Sustainable Operations, dan Sustainable Corporate Social Responsibility & Financial Inclusion.

"Salah satu inisiatif dalam pilar sustainable banking adalah pembiayaan kepada sektor-sektor berkelanjutan seperti energi baru dan terbarukan, serta pembiayaan kepada proyek sosial terutama untuk segmen UMKM dan mikro," ujar Panji.

Ke depan, Panji berharap pihaknya dapat terus mendukung program pemerintah untuk menggali dan memanfaatkan potensi energi baru dan terbarukan yang cukup besar di Indonesia, serta mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan.

Penerbitan Sustainability Bond ini menerima demand order lebih dari US$2,5 miliar pada saat proses book building, sehingga terdapat kelebihan permintaan (oversubscription) lebih dari 8,3 kali dari rencana jumlah bond yang diterbitkan.

Hal ini menunjukkan persepsi positif dari investor asing terhadap kinerja dan prospek bisnis Bank Mandiri ke depan. Positifnya keyakinan investor juga terlihat dari rating yang diberikan kepada obligasi ini, dari lembaga pemeringkat internasional yaitu Baa2 dari Moody’s dan BBB- dari Fitch.

"Pascaproses penerbitan, obligasi ini rencananya akan dicatatkan di Bursa Efek Singapura (Singapore Exchange/SGX)," ujarnya.