Biayai Vaksin COVID-19, Kemenkeu Luncurkan ORI Kupon 5,57 Persen

Dusep Malik, Arrijal Rachman
·Bacaan 2 menit

VIVA – Kementerian Keuangan secara resmi menerbitkan surat utang negara dalam bentuk Obligasi Negara Ritel (ORI) seri ORI019. Obligasi itu ditawarkan secara online atau melalui e-SBN untuk membiayai vaksin COVID-19.

Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, Luky Alfirman mengatakan, obligasi ini diharapkan bisa menjadi instrumen investasi yang menguntungkan masyarakat.

"Pada hari ini pemerintah tawarkan ORI019 dengan tingkat kupon 5,57 persen. Sebagai salah satu instrumen investasi aman mudah dan menguntungkan di tengah kondisi pandemi," kata dia secara virtual, Senin, 25 Januari 2021.

Luky menjelaskan, masa penawaran ORI019 dibuka mulai hari ini pukul 09.00 WIB dan ditutup pada 18 Februari 2021 pukul 10.00 WIB. Tanggal penetapan hasil penjualan 22 Februari 2021, setelmen 24 Februari 2021 dan jatuh tempo 15 Februari 2024.

Adapun minimum pemesanan sebesar Rp1 juta dengan maksimum pemesanan Rp3 miliar. Obligasi ini dapat diperdagangkan di pasar sekunder dan hanya antara investor domestik yang mengacu pada digit ketiga kode Single Investor Identification.

Adapun jenis kupon tetap dengan tingkatnya mencapai 5,57 persen per tahun. Satu periode pembayaran kupon dan dapat dipindahbukukan mulai 15 April 2021. Pembayaran kupon setiap tanggal 15 setiap bulan, dan pertama kali dibayarkan pada 15 April 2021.

Proses pemesanan pembelian ORI019 secara online dilakukan melalui empat tahap yaitu pendaftaran, pemesanan, pembayaran dan setelmen. Pemesanan pembelian disampaikan melalui sistem elektronik yang disediakan mitra distribusi.

"Seluruh dana yang diperoleh dari penerbitan ORI019 akan digunakan untuk pemenuhan target pembiayaan APBN 2021 termasuk untuk upaya penanganan dan pemulihan dampak dari pandemi COVID-19 salah satunya program vaksinasi yang sedang dicanangkan pemerintah," tuturnya.

Nama mitra distribusi dari bank umum adalah PT Bank Central Asia Tbk, PT Bank Mandiri Tbk, PT Bank OCBC NISP Tbk, PT Bank Panin Tbk, PT Bank Negara Indonesia Tbk, PT Bank Danamon Indonesia Tbk, PT Bank HSBC Indonesia, dan PT Bank Permata Tbk.

Kemudian, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk, PT Bank UOB Indonesia, PT Bank Commonwealth, PT Bank Tabungan Negara Tbk, PT Bank DBS Indonesia, PT Bank Maybank Indonesia Tbk, PT Bank CIMB Niaga Tbk, dan PT Bank Victoria International Tbk.

Selain itu, terdapat beberapa perusahaan efek, perusahaan efek khusus serta perusahaan financial technology peer to peer lending seperti Investree, Modalku, dan Koinworks.