Bibit Siklon Tropis 92W Menjauh dari Indonesia, Tapi Masih Sebabkan Hujan Lebat

·Bacaan 1 menit
Sejumlah gedung di Jakarta tertutup awan gelap sebelum turunya hujan, Rabu (7/9). BMKG memprediksi fenomena La Nina yang mengakibatkan curah hujan tinggi akan berlangsung hingga bulan September 2016. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta - Kepala Pusat Meteorologi Publik Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), A Fachri Radjab mengatakan bibit siklon tropis 92W yang tumbuh di perairan Filipina pada Senin 4 Oktober 2021 menjauh dari Indonesia. Namun, pergerakan bibit siklon tropis ini masih berdampak pada cuaca di Tanah Air.

"92W statusnya masih bibit siklon, belum jadi siklon. Posisinya sudah semakin jauh di sekitar Laut China Selatan," kata Fachri di Jakarta, seperti dilansir Antara, Jumat (8/10/2021).

Namun, dia menegaskan, bibit siklon tropis tersebut masih dapat memberikan dampak tidak langsung. Dampak itu yakni adanya daerah yang mengalami perlambatan angin, tepatnya di sekitar Sumatera bagian utara.

"Perlambatan angin ini dapat menyebabkan terjadinya hujan dengan intensitas sedang hingga lebat," ujar Fachri.

Untuk itu, BMKG mengimbau masyarakat di wilayah tersebut tetap waspada akan dampak tidak langsung dari bibit siklon tersebut.

Dampak Lain

Bibit siklon tropis itu tumbuh di sekitar perairan Filipina, tepatnya di 10.1 Lintang Utara, 125.1 Bujur Timur. Selain hujan, dampak tidak langsung yang berpotensi terjadi, yaitu gelombang laut dengan ketinggian 2,5-4,0 meter di Laut Sulawesi dan Samudra Pasifik utara Halmahera.

Selain dampak tidak langsung bibit siklon tropis 92W, masyarakat juga diimbau untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem terutama di masa peralihan dari musim kemarau ke musim hujan atau masa pancaroba.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel