Bibit Waluyo Tidak Mendaftar di Penjaringan PDIP

Semarang (ANTARA) - Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo dipastikan tidak mendaftar dalam penjaringan bakal calon gubernur dan wakil gubernur yang akan diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dalam pemilihan kepala daerah provinsi ini pada 2013.

Hingga penutupan pendaftaran pada Rabu pukul 16.00 WIB, tidak ada nama Bibit Waluyo dalam daftar pada panitia pendaftaran di kantor DPD PDIP Jawa Tengah di Panti Marhaen Semarang.

Sekretaris DPD PDIP Jawa Tengah Agustina Wilujeng mengatakan, hingga batas waktu penutupan, terdapat 21 tokoh yang mendaftarkan diri dalam penjaringan tersebut.

Menurut dia, dari 21 orang pendaftar itu, delapan pendaftar yang merupakan kader partai berlambang Banteng moncong Putih ini.

Adapun 13 pendaftar sisanya, lanjut dia, berasal dari luar partai dengan latar belakang cukup beragam.

"Ada pengusaha, pimpinan partai, tokoh masyarakat, hingga budayawan," katanya.

Beberapa tokoh yang mendaftarkan diri tersebut antara lain Wakil Gubernur Rustriningsih, mantan Pangdam IV/Diponegoro Mayjen (Purn) Mulhim Asyrof, sutradara film Garin Nugroho, Bupati Klaten Sunarna, Bupati Purbalingga Heru Sujatmoko, Ketua Partai Hanura Jawa Tengah Joko Besariman, serta Ketua Partai Gerindra Jawa Tengah Abdul Wachid.

Ia menuturkan para pendaftar diberi kesempatan mengembalikan formulir pendaftaran hingga 12 September mendatang.

"Para pendaftar harus datang langsung untuk mengembalikan formulir pendaftaran," katanya.

Selain itu, lanjut dia, masa pendaftaran dalam penjaringan ini tidak akan diperpanjang.

"Kami sebagai pelaksana pendaftaran penjaringan akan menutup sesuai aturan yang telah ditentukan dan melapor ke dewan pimpinan pusat," katanya.

Terpisah, Gubernur Jawa Tengah bibit Waluyo enggan menanggapi pertanyaan seputar pencalonannya dalam pemilihan gubernur.

Ditemui usai menerima kunjungan gubernur Akademi militer, Bibit enggan menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan pencalonannya itu. (tp)




Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.