Bicara di Global Town Hall 2020, Menlu RI Bukakan Konsep Terhubung

Ezra Sihite, Dinia Adrianjara
·Bacaan 2 menit

VIVA – Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menegaskan dunia membutuhkan kerja sama, kolaborasi dan kepemimpinan global dalam menghadapi pandemi COVID-19. Menurutnya, negara-negara di dunia sangat terhubung satu sama lain sehingga membutuhkan kepemimpinan yang kuat.

"Kita tinggal di planet yang sama dan menghirup udara yang sama. Kita harus saling terhubung dan ini membutuhkan kolaborasi global karena jika adalah salah satu yang tidak terhubung maka akan terputus. Satu-satunya cara adalah kita harus bergerak bersama," kata Retno dalam Global Town Hall 2020 yang digelar Foreign Policy Community Indonesia, Jumat 20 November 2020.

Menlu menyebut, dunia saat ini tengah menghadapi tiga tantangan utama di antaranya pandemi COVID-19, dampak sosial dan ekonomi serta tantangan untuk mempertahankan perdamaian dan stabilitas global.

"Tiga elemen ini berbeda, tapi semua ini terhubung. Kita tidak bisa melakukannya satu per satu, tapi harus mengerjakan tiga elemen ini bersama," ungkap Retno dalam pidato yang disampaikan secara virtual.

Terkait pandemi COVID-19, Retno kembali menegaskan pentingnya akses vaksin yang bisa dijangkau oleh semua negara baik itu negara maju maupun negara berkembang. Retno menegaskan jika ada masyarakat kurang mampu yang tidak bisa mengakses vaksin, maka virus akan terus mengancam nyawa, yang nantinya akan berdampak pada pemulihan ekonomi global.

Sementara itu kontraksi ekonomi pun tengah dirasakan hampir semua negara di dunia. IMF telah mengeluarkan proyeksi bahwa tingkat pertumbuhan ekonomi dunia akan berada pada angka minus 4,4 persen.

"Untuk mendapat pertumbuhan, kita harus bekerja keras. Jika rantai pasok global masih terkunci, proteksionisme terus berlanjut, ini akan berdampak kurang baik. Diperlukan upaya yang kuat untuk memperbaiki ekonomi, tanpa mengorbankan protokol kesehatan," kata dia.

Untuk itu saat ini Indonesia telah membentuk perjanjian Travel Corridor Arrangement dengan beberapa negara di antaranya Uni Emirat Arab, Korea Selatan, China dan Singapura. Ia menyebut perjanjian TCA dengan negara-negara tersebut bisa menggerakkan hingga lebih dari 50 persen perdagangan Indonesia. (ren)