Bicara soal Nabi Muhammad, Ahok: Jangan Dipersoalkan, Nanti Ribut Lagi

Siti Ruqoyah, Ahmad Farhan Faris
·Bacaan 2 menit

VIVA – Komisaris Utama PT Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menyarankan pondok pesantren meniru apa yang pernah dilakukan Nabi Muhammad SAW, yakni berdakwah dan juga berdagang. Menurut dia, pesantren perlu memiliki sumur kemandirian agar tidak bergantung pada orang.

Hal itu disampaikan mantan Gubernur DKI Jakarta, Ahok saat acara Milad 9 Tahun Pesantren Motivasi Indonesia (PMI) asuhan KH. Ahmad Nurul Huda melalui virtual pada Minggu, 28 Februari 2021.

Dalam acara itu, hadir Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas; Basuki Tjahaja Purnama (Komisaris Utama Pertamina); KH. Drs. Agus Salim (Ketua LD-PBNU); KH. Ahmad Nurul Huda Haem (Pengasuh Pesantren Motivasi Indonesia) dan Romo Antonius Antara (Paroki Cikarang Gereja Ibu Theresa).

“Ini mohon jangan jadi masalah ya. Saya berpikir Nabi Muhammad dulu juga bukan cuma dakwah ya, beliau juga dagang. Ini jangan dipersoalkan, nanti saya tafsir-tafsirkan Nabi, ribut lagi nanti. Saya mohon-mohon maaf ini, saya bikin disclaimer dulu,” kata Ahok dikutip dari Youtube PMI TV pada Senin, 1 Maret 2021.

Menanggapi pernyataan Ahok itu, Kiyai NH sapaan KH. Nurul Huda menjamin tidak akan dipersoalkan. Sebab, dalam acara ini didengar langsung oleh Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Helmy Faishal Zaini.

“Aman, Insya Allah aman. Ada Pak Sekjen PBNU,” kata Kiyai NH.

Kemudian, Ahok kembali menceritakan pernah bertemu seorang Kiai dari Tiongkok bersama almarhum Saefullah selaku mantan Sekretaris Daerah Provinsi Jakarta. Menurut dia, sosok ulama dari Tiongkok ini sangat sederhana. Tapi, ia lupa namanya.

“Enggak tahunya, kiyai itu lulusan dari Universitas Harvard Amerika. Ini kitai punya restoran banyak dan pabrik-pabrik lampu segala macam,” ujarnya.

Jadi, kata Ahok, para santri dilatih berbisnis oleh beliau sehingga bukan cuma dilatih kerja saja. Memang, para santri juga dilatih berbahasa Inggris dengan baik dan mengerti tentang saham. “Saya kira itu paling penting dan ini menarik,” ujarnya.

Maka dari itu, Ahok ingat pepatah Tiongkok bahwa setiap hal harus punya sumur sendiri. Sehingga, jika digunakan bahasa ini dalam kemandirian pesantren, tentu repot. Sebab, Ahok melihat selama ini hanya tergantung pada orang.

“Tapi, pesantren sendiri tidak punya penghasilan yang tetap mampu membiayai. Itu yang harus kita pikirkan bagaimana bisa mendapatkan sumur sendiri, dan sumurnya bisa menghidupi masyarakat sekitarnya,” jelas dia.