Bidan Kabupaten Magelang pentas Soreng Cingan di Festival Lima Gunung

Para bidan anggota Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Magelang mementaskan tarian "Soreng Cingan" pada Festival Lima Gunung XXI/2022 di kawasan Gunung Andong, Dusun Mantran Wetan, Desa Girirejo, untuk kampanye mencuci tangan guna mencegah penyakit.

"Kami menggunakan kesempatan festival besar ini untuk mengampanyekan pentingnya masyarakat membiasakan diri melaksanakan pola hidup bersih dan sehat, yang salah satunya rajin mencuci tangan supaya tidak mudah tertular penyakit," kata Ketua IBI Kabupaten Magelang Sri Kuswanti di Magelang, Jawa Tengah, Minggu.

Tarian rakyat "Soreng" berkembang di masyarakat dusun-dusun, terutama di kawasan Gunung Merbabu dan Andong Kabupaten Magelang. Tarian itu bercerita tentang latihan keprajuritan Arya Penangsang (Jipang) menghadapi pasukan Hadi Wijaya (Pajang), dalam kisah melegenda tentang perebutan pengaruh kekuasaan di Jawa bagian tengah pada abad ke-15.

Oleh para bidan setempat, ujar dia, gerakan tarian "Soreng" yang dinamis dan bersemangat menjadi inspirasi tentang pentingnya kekuatan kampanye untuk memberikan pemahaman yang baik bagi masyarakat agar rajin mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, sesuai dengan rekomendasi Kementerian Kesehatan dan Badan Kesehatan Dunia (WHO). Cingan adalah kependekan dari cuci tangan.

Baca juga: Pemerhati: Festival Lima Gunung 2022 ungkap memori kemandirian budaya

Sebanyak 11 bidan perwakilan dari enam eks-kewedanan di Kabupaten Magelang menyajikan tari "Soreng Cingan" dalam sejumlah konfigurasi, terutama tentang enam langkah mencuci tangan dan gerakan tarian "Soreng" pada umumnya.

Pihaknya juga berterima kasih kepada Komunitas Lima Gunung (Merapi, Merbabu, Andong, Sumbing, Menoreh) Kabupaten Magelang yang memberikan kesempatan baik itu bagi bidan setempat menyajikan gubahan tarian tersebut sekaligus berkampanya tentang kesehatan masyarakat.

"Terlebih para ibu dan anak-anak, harus menjaga dengan baik kesehatannya, supaya tidak mudah tertular penyakit," ujar dia.

Ia mengemukakan kawasan dusun dan gunung di daerah setempat yang berlimpah sumber air dengan air bersih yang mengalir sampai kawasan permukiman warga. Hal itu menjadi modal utama yang memadai bagi kebiasaan masyarakat rajin mencuci tangan guna mencegah penyakit.

Rangkaian puncak Festival Lima Gunung XXI berlangsung selama 30 September hingga 2 Oktober 2022 di kawasan Gunung Andong Dusun Mantran Wetan, Desa Girirejo, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang. Pembukaan festival berlangsung di Studio Mendut sekitar 300 meter timur Candi Mendut, Kabupaten Magelang pada 8 Agustus 2022.

Panitia festival mencatat sedikitnya 69 kelompok kesenian dari berbagai grup kesenian rakyat di Komunitas Lima Gunung, jejaringnya di daerah setempat, luar kota, dan mancanegara menyuguhkan pementasan kesenian, seperti tarian, musik, teater, pembacaan puisi, pameran seni rupa, kirab budaya, dan pidato kebudayaan.

Tema Festival Lima Gunung XXI/2022 "Wahyu Rumagang", terkait dengan semangat dan kebangkitan baru kehidupan berbagai kalangan masyarakat, terutama pascapandemi. Festival tahunan secara mandiri diprakarsai komunitas tersebut pada tahun ini dikerjakan oleh kalangan muda Komunitas Lima Gunung.

Baca juga: Yenny Wahid dapat Lima Gunung Award 2022