Biden Gantikan Trump, Perang Dagang AS-China Diyakini Belum Berhenti

Hardani Triyoga, Arrijal Rachman
·Bacaan 2 menit

VIVA – Pengusaha yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai kemenangan Joe Biden di Pilpres AS tidak akan serta merta menyebabkan perang perdagangan terhenti antara AS dengan China maupun mitra dagang utamanya.

Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Hubungan Internasional Shinta Widjaja Kamdani mengatakan, kebijakan Biden juga tidak akan pro terhadap perdagangan bebas atau free trade sepenuhnya. Namun, lebih akan mengupayakan keseimbangan antara proteksi pasar AS dari impor.

"Lebih akan mengupayakan balance antara proteksi pasar AS dari impor. Khususnya dari China dan negara-negara lain yang dianggap melakukan persaingan dagang yang tidak sehat," kata Shinta kepada VIVA, Minggu, 8 November 2020.

Menurut Shinta, merujuk presentasi economic plan berjudul Made in All of America, Biden menunjukkan adanya political will untuk memproteksi pasar AS. Hal ini untuk menciptakan lapangan kerja dan Biden mengatakan tidak sungkan mengenakan hambatan dagang terhadap mitra yang dianggap merugikan AS.

Baca Juga: Jokowi Kasih Selamat ke Joe Biden: Menanti Kerja Sama dengan Anda

Shinta melanjutkan, isu terkait persaingan dagang yang tidak sehat seperti dumping dan subsidi perdagangan hingga persaingan usaha yang tidak sehat. Sebab, peran Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di negara pesaing dalam hal ini seperti di China.

"Karena itu, Biden kemungkinan besar tidak serta merta akan menghentikan trade war, review ataupun penyelidikan-penyelidikan dagang terkait aktivitas perdagangan AS dengan negara-negara lain," tutur Shinta.

Kata dia, pada prinsipnya, Shinta menekankan, kebijakan Biden akan relatif sama dengan Trump. Hanya saja konsep yang diusung Biden lebih terstruktur mengarah pada konsep perdagangan yang adil. Hal ini tidak seperti Trump yang dianggap Shinta lebih sporadis.

"Biden akan lebih terbuka untuk menciptakan kompromi dagang yang mengarah pada konsep fair trade ini dengan negara-negara yang saat ini sedang sangat ditekan oleh kebijakan-kebijakan perdagangan Trump," jelas Shinta.

Joe Biden, capres AS dari Partai Demokrat dipastikan memenangkan pemilu setelah dapat 290 electoral college.

Biden memenangkan suara di sejumlah negara bagian yang jadi kunci pertempuran dengan Trump seperti Nevada dan Pennsylvania.

"Saya merasa terhormat dan tersanjung oleh kepercayaan yang telah diberikan rakyat AS kepada saya, dan wakil presiden terpilih," kata Biden dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip Fox News. (ase)