Joe Biden Menang Pilpres AS Bisa Ciptakan Risiko Investasi untuk RI

Aries Setiawan, Arrijal Rachman
·Bacaan 2 menit

VIVA – Kemenangan Joe Biden sebagai Presiden Amerika Serikat ke-46 digadang-gadang bisa memberikan angin segar bagi perekonomian dunia, termasuk perekonomian Indonesia. Tapi ternyata, Biden memiliki potensi untuk memberikan risiko investasi buat Indonesia.

Grant Thornton Indonesia melihat kemenangan Biden akan menurunkan tensi perang dagang antara Amerika dan Tiongkok yang dapat mendorong nilai komoditas global secara umum dan menjaga pasar keuangan global tetap stabil. Kondisi itu akan menguntungkan ekspor dan nilai tukar Indonesia.

Baca juga: Joe Biden Menang Pemilu Amerika Serikat, Apa yang Terjadi Selanjutnya?

Managing Partner Grant Thornton Indonesia Johanna Gani menjelaskan, ketidakpastian ekonomi akibat perang dagang dan pandemi sepanjang tahun 2020 diharapkan dapat segera pulih dan hubungan dagang Indonesia – Amerika Serikat tetap akan stabil dan bergerak lebih positif.

"Kemenangan Joe Biden diharapkan dapat membawa sentimen positif bagi perekonomian Indonesia dengan perubahan kebijakan ekonomi yang akan diambil Amerika Serikat dalam empat tahun ke depan yang berbeda dari pemerintahan saat ini," katanya, Minggu, 8 November 2020.

Namun di sisi lain, Gani melanjutkan, turunnya tensi perang dagang di era Biden yang diperkirakan akan mengatasi sengketa perdagangan dengan Tiongkok melalui organisasi perdagangan dunia (WTO), dapat mengurangi rencana investor di China untuk memindahkan pabriknya ke negara lain.

"Belakangan ini cukup menjadi fokus pemerintah Indonesia untuk mendapatkan keuntungan ini (relokasi pabrik dari China), sehingga bukan tidak mungkin muncul risiko terhambatnya arus aliran investasi asing langsung," ungkap dia.

Pelaku pasar keuangan sebelumnya telah menyambut baik keunggulan suara yang diraih calon Presiden Amerika Serikat dari Partai Demokrat, Joe Biden, dari calon yang diusung oleh Partai Republik, Donald Trump. Biden pun disebut bisa bikin rupiah menguat.

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan, pelaku pasar keuangan meyakini bahwa Joe Biden akan membawa kebijakan ekonomi dan politik yang moderat. Jauh berbeda dari yang dibawa Trump selama ini terutama dalam hal menangani perang perdagangan.

Dia menilai setelah resmi terpilih menjadi Presiden AS, Biden akan menghentikan perang perdagangan dengan mitra dagang utamanya, seperti China maupun Uni Eropa. Kinerja ekspor RI dikatakannya bisa ikut terdorong lebih tinggi.

"Ada harapan ekspor Indonesia akan kembali membaik seiring arus perdagangan dunia yang kembali semarak dan kemungkinan perang dagang akan dihentikan baik dengan China maupun Uni Eropa," tuturnya.

Dengan kondisi tersebut, menurutnya, nilai tukar rupiah akan melejit pada November 2020 akibat efek dari kemenangan Biden merebut takhta Donald Trump yang sebelumnya sebagai Presiden AS ke-45. Rupiah bisa bergerak menguat secara drastis hingga di kisaran Rp14.300 per dolar AS.

"Rupiah di bulan November kemungkinan menyentuh level Rp14.350. Biden effect dan masyarakat Indonesia pada Desember sudah divaksinasi walaupun kuartal III terjadi resesi," kata Ibrahim.