Biden Perintahkan Intelijen AS Selidiki Asal-usul COVID-19

·Bacaan 2 menit

VIVA – Presiden Amerika Serikat Joe Biden telah memerintahkan kepada komunitas intelijen AS untuk melipatgandakan upayanya dalam menyelidiki asal-usul pandemi COVID-19 dan melaporkan kembali kepadanya dalam 90 hari, seperti dilansir Guardian, Kamis, 27 Mei 2021.

Perintah itu muncul setelah laporan intelijen AS menemukan beberapa peneliti di Institut Virologi Wuhan China jatuh sakit pada November 2019 dan harus dirawat di rumah sakit. Laporan baru ini memicu tekanan publik pada Biden untuk menyelidiki lebih dalam asal-usul virus Corona dan bagaimana virus pertama kali ditularkan pada manusia.

"Saya sekarang telah meminta komunitas intelijen untuk melipatgandakan upaya mereka untuk mengumpulkan dan menganalisis informasi yang dapat membawa kita lebih dekat ke kesimpulan yang pasti, dan melaporkan kembali kepada saya dalam 90 hari. Sebagai bagian dari laporan itu, saya telah meminta area penyelidikan lebih lanjut yang mungkin diperlukan, termasuk pertanyaan spesifik untuk China," kata Biden dalam sebuah pernyataan, Rabu.

Baca: Trump Tuduh China Lepaskan Wabah COVID-19, Xi Jinping Tak Ingin Perang

Virus Corona baru pertama kali terdeteksi di kota Wuhan, China pada akhir 2019, dan sejak itu menyebar ke seluruh dunia, menewaskan hampir 3,5 juta orang dan menginfeksi hampir 168 juta orang. Meski demikian, banyak yang masih belum diketahui tentang asal-usul virus ini.

Dalam pernyataannya, Biden mengarahkan laboratorium nasional AS untuk membantu penyelidikan dan meminta China untuk bekerjasama dengan penyelidikan internasional tentang asal-usul pandemi. Biden juga telah meminta komunitas intelijen untuk memberi tahu Kongres tentang pekerjaannya tentang masalah tersebut.

"Amerika Serikat juga akan terus bekerja dengan mitra yang berpikiran sama di seluruh dunia untuk menekan China agar berpartisipasi dalam penyelidikan internasional berbasis bukti yang penuh, transparan, dan untuk memberikan akses ke semua data dan bukti yang relevan," katanya.

Seperti diketahui, awal tahun ini China menolak untuk mengizinkan misi pencarian fakta ke negara itu oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk mempelajari asal-usul COVID-19. Langkah itu dilakukan di tengah upaya Beijing untuk membentuk kembali narasi soal asal-usul penyakit itu.

Gedung Putih berulang kali mengkritik China karena tidak transparan tentang informasi asal-usul virus.

Biden menyayangkan penolakan pemerintah China untuk bekerja sama sepenuhnya dengan penyelidikan internasional terkait asal usul COVID-19. Baginya, penolakan China ini akan semakin mempersulit kerja tim penyelidik untuk memberikan kesimpulan tegas soal asal usul COVID-19.

"Kegagalan untuk membawa pemeriksa kami ke lapangan pada bulan-bulan awal itu akan selalu menghambat penyelidikan asal-usul COVID-19," imbuhnya.