Biden santai tanggapi niat Bloomberg calonkan diri jadi presiden

Oleh AFP

Calon kuat Demokrat untuk penguasa Gedung Putih, Joe Biden, tidak mengkhawatirkan prospeknya saat Michael Bloomberg mengikuti pertarungan Demokrat untuk menggulingkan Donald Trump dengan mengatakan dia tidak takut suara pemilih sentrisnya tergerus oleh pengusaha miliarder itu.

Bloomberg, mantan walikota New York tiga masa jabatan yang kini berusia 77 tahun, diperkirakan akan menyerahkan dokumen paling tidak di sebuah negara bagian di mana dia akan mengumumkan diri menjadi seorang kandidat Pilpres 2020 - meskipun beberapa pengamat mengingatkan dia mungkin hanya ingin menjaga opsi-opsinya terbuka karena tergoda menduduki posisi Gedung Putih.

Biden, yang juga akan berusia 77 tahun pada 20 November, sejauh ini menjadi calon terkuat dalam pencalonan presiden dari kubu Demokrat. Dia berada di tengah antara walikota South Bend Pete Buttigieg yang kanan, dengan Senator Vermont Bernie Sanders dan Senator Massachusetts Elizabeth Warren yang kiri.

Para analis politik mengatakan pencalonan Bloomberg mungkin memangkas suara sentris untuk Biden tetapi dua priode pemerintahan Barack Obama menepis kekhawatiran semacam ini.

"Michael orang yang tangguh," kata Biden kepada wartawan di Concord, New Hampshire, ketika mendaftar untuk mengambil bagian dalam pemilihan pendahuluan Februari di negara bagian timur laut itu.

"Tidak, saya tidak memasalahkan dia ikut perlombaan," kata Biden. "Dan dalam hal dia mencalonkan diri karena saya, jajak pendapat terakhir saya menunjukkan saya cukup jauh di depan.

"Jika saya tak salah, saya melakukannya dengan baik sekali, baik relatif terhadap Trump maupun relatif terhadap semua orang yang mencalonkan diri," kata dia.

Jason Mollica dari American University mengatakan masuknya Bloomberg dalam persaingan Pemilu bisa menjadi "indikasi bahwa dia yakin Demokrat tidak memiliki calon kuat yang dapat mengalahkan Presiden (Donald) Trump."

"Kampanye Biden tidak sekuat pada awalnya dan jika Bloomberg mendapatkan dukungan dari kubu sentris dalam Partai Demokrat, maka itu pertanda besar bagi Biden, partai ini tidak menganggap dia kandidat yang tepat," kata Mollica.

Trump sendiri menimbang langkah Bloomberg mencalonkan diri ini.

"Michael Kecil akan gagal," kata Trump kepada wartawan merujuk Bloomberg yang bertinggi badan 1,73 meter. "Dia tak punya keajaiban untuk berhasil."

"Tak ada lawan yang lebih saya sukai ketimbang Michael Kecil," tambah Trump. "Dia tak akan berhasil, tapi saya kira akan sungguh merugikan Biden."

Menurut laporan media AS, Bloomberg sudah mengutus staf ke Alabama untuk mengumpulkan tanda tangan yang diperlukan guna mendaftar pada batas waktu Jumat untuk pemilihan pendahuluan Demokrat di negara bagian selatan itu.

Alabama bukan negara bagian yang paling awal menggelar Pemilu pendahuluan, melainkan sebagai tempat pendaftaran dengan tenggat waktu paling awal.

Bloomberg mengatakan apa yang sudah dia ucapkan pada Maret bahwa ia tidak akan mencalonkan diri, tetapi selama berminggu-minggu tergoda untuk ikut bersaing ke Gedung Putih, kata para penasihat.

"Kami sekarang harus menyelesaikan tugas ini dan memastikan Trump dikalahkan, Mike kian mengkhawatirkan calon-calon yang saat ini ada tidak dalam posisi yang baik untuk melakukan itu (mengalahkan Trump)," kata penasihat Bloomberg Howard Wolfson.

"Berdasarkan catatan prestasi, kepemimpinan, dan kemampuannya dalam mempersatukan orang-orang untuk mendorong perubahan, Mike bakal bisa mengimbangi Trump dan menang," tambah Wolfson, menurut Bloomberg News.

Bloomberg, pendiri dan CEO perusahaan media dan jasa keuangan dengan menyandang namanya, adalah salah satu orang terkaya di Amerika Serikat.

Menurut Forbes, Bloomberg adalah orang terkaya kedelapan di negara ini dengan total kekayaan 52,4 miliar dolar AS.

Kekayaan pribadinya yang sangat besar kemungkinan akan mengguncang kontes pencalonan Demokrat ketika saat bersamaan penggalangan dana Biden merosot.

Bloomberg, yang terpilih sebagai walikota Big Apple (julukan kota New York) pada 2001 dan menjabat hingga 2013, dipandang dekat dengan Wall Street dan menentang beberapa kebijakan yang dianut Warren dan Sanders yang lebih liberal.

"Dia menganggap Joe Biden lemah dan Sanders serta Warren tidak bisa menang," tulis New York Post mengutip sumber yang mengetahui rencana Bloomberg itu.

Bloomberg telah beralih dari partai Republik ke Demokrat selama bertahun-tahun dan juga menjabat sebagai walikota dari kubu independen.

Bloomberg pernah mempertimbangkan diri mencalonkan presiden pada Pemilu 2016 tetapi akhirnya mengurungkan diri karena khawatir memecah suara Demokrat.