Bikin Bangga, Perempuan Indonesia Adi Utarini Berhasil Masuk Daftar 100 Orang Berpengaruh di Dunia 2021

·Bacaan 2 menit

Fimela.com, Jakarta Daftar Time 100 2021 akhirnya diluncurkan, yang merilis daftar tahunan Orang Berpengaruh di dunia, yang mengakui beragam kelompok ikon, inovator, dan pemimpin yang pantas dipuji.

Tahun ini orang yang berpengaruh di dunia dipenuh dengan wajah-wajah yang mudah dikenali. Di antara nama-nama tersebut adalah selebriti seperti Britney Spears dan Naomi Osaka, serta Pangeran Harry dan Meghan Markle, bahkan Billie eilish.

Dalam sebuah pernyataan, Edward Felsenthal (CEO dan pemimpin redaksi Time) mengungkapkan bahwa daftar 2021 mungkin yang terbaik hingga saat ini.

“Saya menemukan alasan untuk optimisme dalam daftar Time 100 tahunan kami yang ke-18 tentang orang-orang paling berpengaruh di dunia,” katanya.

“Ini menampilkan para pemimpin luar biasa dari seluruh dunia yang bekerja untuk membangun masa depan yang lebih baik, dari penghibur yang berusaha membuat Hollywood lebih inklusif hingga aktivis yang memperjuangkan keberlanjutan dan hak asasi manusia. Mereka adalah pengganggu, pemecah masalah, pelaku, ikonoklas, pemecah masalah—orang-orang yang pada tahun krisis telah terjun ke medan pertempuran,” tambahnya.

Indonesia pun diwakili oleh sosok perempuan bernama Adi Utarini yang masuk kedalam kategir pioner di 100 orang berpangaruh di dunia versi majalah Time.

Adi Utarini yang berhasil meyakinkan penduduk Yogyakarta untuk membiarkannya melepaskan sekawanan nyamuk di sekitar lingkungan mereka.

Kebanggaan mereka yang nyata menjadi bagian dari pekerjaannya merupakan bukti kepercayaan yang diperoleh Utarini dari komunitasnya—dan akan urgensi yang dirasakan jutaan orang di seluruh dunia dalam memerangi demam berdarah.

Mencegah penyakit demam berdarah

Dikutip dari Nature, Rabu (15/12), pada Agustus lalu dia dan timnya mengumumkan kemenangan besar yang bisa membuka strategi baru dalam memerangi wabah DBD.

Penyakit yang dibawa nyamuk mempengaruhi hampir 400 juta orang setiap tahun dan Demam Berdarah telah digambarkan oleh WHO sebagai salah satu dari 10 ancaman terbesar bagi kesehatan dunia.

Prof Uut, begitu panggilan akrab Utarini, dan timnya berhasil memangkas kasus DBD hingga 77 persen di sejumlah kota besar di Tanah Air dengan cara melepaskan nyamuk yang sudah dimodifikasi untuk menghentikan penyakit DBD yang menular lewat virus.

Utarini bekerja sama dengan tim peneliti internasional dari Program Nyamuk Dunia untuk mengekang ancaman ini dengan menginokulasi nyamuk dengan Wolbachia, bakteri yang tidak berbahaya bagi manusia tetapi mencegah nyamuk menularkan demam berdarah melalui gigitannya.

Tekniknya yang ia gunakan dengan membiakkan nyamuk Aedes aegypti yang menularkan virus DBD, Zika, chikungunya, tapi nyamuk itu dibuat membawa bakteri bernama Wolbachia.

Bakteri ini akan melemahkan virus dan mencegah nyamuk itu menularkannya ke manusia. Telur dari nyamuk yang sudah dimodifikasi itu kemudian ditempatkan di sekitar kota, termasuk di rumah-rumah warga. Uji coba kecil di Australia dan Vietnam memberikan hasil yang menakjubkan. Namun di Yogyakarta yang penduduknya lebih padat dan tingkat penularannya tinggi maka uji coba dilakukan lebih banyak.

Sebuah studi terobosan yang dia bantu pimpin adalah yang pertama membuktikan teknik ini berhasil menurunkan tingkat penyakit di lingkungan masyarakat.

Adi Utari merupakan seorang dokter, pengajar, sekaligus peneliti di Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.

#elevate women

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel