Bikin Game Sangat Menjanjikan, Nilainya Bisa Hingga Rp700 Triliun

Krisna Wicaksono, Misrohatun Hasanah
·Bacaan 1 menit

VIVA – Platform permainan berbasis pendidikan, Kahoot baru saja memperluas bisnisnya. Perusahaan itu telah mengakuisisi pembuat mobile game asal Estonia, Drops.

Nilai akuisisi itu mencapai US$50 miliar atau Rp709,4 triliun, dilansir laman Venture Beat, Rabu 25 November 2020. Dari jumlah itu, US$31 juta akan dibayar secara tunai oleh Kahoot ditambah US$19 juta jika Drops melakukan pekerjaan memuaskan selama 2020 hingga 2022.

Kahoot memang baru saja mendapatkan banyak uang, sejak disuntik Softbank senilai US$215 juta. Perusahaan Norwegia itu juga telah dimainkan lebih dari 200 juta gamers.

Setelah diakuisisi, Drops akan ditambahkan dalam platform tersebut, ungkap CEO Kahoot, Eilert Hanoa. Drops memiliki pendekatan game untuk belajar.

Aplikasi Drops memiliki sesi 5 menit untuk menjawab pertanyaan. Pertanyaannya mengenai kosakata dan harus dijawab dalam sebuah limitasi waktu. Selain itu Drops juga memiliki 15 mini games lainnya.

Dalam 12 bulan terakhir, Kahoot telah digunakan 1 miliar pemain dari lebih 200 negara. Akuisisi Drops merupakan strategi untuk memperluas di bidang pembelajaran baru serta Kahoot dapat dipercaya oleh semua pelajar.

Drops diluncurkan pada 2012 oleh salah satunya bernama Farkas. Berasal dari Hongaria, dia mempelajari bahasa Inggris, kemudian Spanyol dan menemukan jika dirinya sangat menikmati bahasa dekonstruksi.

"Saya sadar Anda perlu mengambil bahasa untuk memiliki bidikan secara pasar global. Saya sadar bahwa fondasi pembelajaran bahasa adalah kosakata inti dan membangun konsistensi," ujar dia.

Jadi dia dan pendiri lainnya, Mark Szulyovsky bekerja mengerjakan solusi yang pas. Lalu mereka mulai membuat startup dan masuk ke program akseleratoir dengan mentor berasal dari perusahaan game seperti Super cell dan Rovio.

"Mereka menjadi inspirasi," ungkap Farkas.