Bikin Geger, 3 Tank Tempur Marinir TNI Masuk Perkampungan Warga

Bayu Adi Wicaksono, Rifki Arsilan , Purna Karyanto Musafirian
·Bacaan 2 menit

VIVA – Tiga unit kendaraan tempur (Ranpur) Amfibi milik Marinir TNI membuat geger perkampungan warga Desa Batu Berdaun, Kecamatan Singkep.

Tiga amfibi yang terdiri 2 unit LVT 7 dan 1 unit BMP3F yang ditumpangi Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono memasuki pemukiman warga Desa Batu Berdaun yang berjarak sekitar 5 kilometer dari lokasi latihan gabungan Gelagaspur Tingkat III (L-3) yang dilakukan oleh Koarmada I, Kolinlamil, Kormar, dan Puspenerbal.

Kedatangan tiga kendaraan tempur amfibi ke tengah perkampungan warga itu sontak saja mendapatkan perhatian warga sekitar.

Bahkan, kedatangan ranpur yang memiliki kemampuan beroperasi di laut dan darat itu langsung diserbu warga sekitar, terlebih lagi anak-anak kecil datang berkerubung untuk sekadar menaiki dan menjadikan kendaraan berat amfibi itu sebagai objek foto selfie warga Desa Batu Berdaun, Kecamatan Singkep, Kepri.

VIVA Militer: KSAL Laksamana TNI Yudo Margono bawa tank Marinir.
VIVA Militer: KSAL Laksamana TNI Yudo Margono bawa tank Marinir.

Pantauan VIVA Militer di lapangan, tiga unit kendaraan tempur andalan Marinir itu melakukan manuver dan berjalan ke arah permukiman warga yang tak jauh dari lokasi latihan militer TNI AL di Pantai Tobak, Dabo Singkep.

Salah satu amfibi jenis BMP3F dinaiki Laksamana TNI Yudo Margono bersama Sang istri yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Jalasenastri, Vero Margono. Selain itu, turut berada di atas amfibi Komandan Korps Marinir Mayjen TNI (Mar) Suhartono beserta Sang Istri yang menjabat Ketua Jalasenastri PG Kormar, Etta Suhartono.

Kasal beserta jajarannya melakukan kegiatan bakti sosial serta menyerahkan hewan kurban sapi untuk warga Desa Batu Berdaun yang berjarak sekitar 5 km dari lokasi latihan militer TNI AL.

"Kegiatan bakti sosial ini merupakan salah satu rangkaian kita dalam kegiatan Gelagaspur Tingkat III (L-3) yang dilakukan oleh Koarmada I, Kolinlamil, Marinir, dan Puspenerbal dengan Sistem Senjata Armada Terpadu (SSAT) untuk melatih dan menguji kemampuan prajurit di satuan masing-masing," kata Laksamana Yudo Margono, Jum'at, 24 Juli 2020.

Selain melakukan bakti sosial, KSAL juga memamerkan kemampuan prajurit TNI AL kepada warga di sekitar Dabo Singkep, Kepulauan Riau dengan menurunkan 18 prajurit TNI yang tediri dari 10 personil Kopaska dan 8 personil Marinir untuk melakukan aksi terjun payung yang turun di Lapangan Sepak Bola Desa Batu Berdaun tersebut.

Tidak hanya itu, Puspenerbal juga mengerahkan sejumlah pesawat udara jenis Heli Panther dan Cessna untuk melakukan atraksi udara di sekitar pemukiman warga tersebut.