Bikin Geleng-Geleng Kepala, Pesanan Makanan Online Rp406 Ribu Dipatok Ongkir Rp2,6 Juta

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Seorang pelanggan Deliveroo, perusahaan pengiriman makanan online berbasis di London, Inggris, geram setelah sebuah restoran mencoba menagih ongkos kirim (ongkir) 130 pound sterling (Rp2,6 juta) agar pesanannya senilai 20 pound sterling (Rp406 ribu) dikirimkan.

Melansir laman The Sun, Kamis (20/5/2021), Alegria Gomes dengan cepat "kehilangan napsu makan" setelah melihat sebuah restoran Thailand telah menaikkan "biaya pesanan" jadi 6,5 kali harga makanan-untuk-dua-orang yang dijualnya.

Wanita 29 tahun itu mengatakan, ia "tidak bisa repot-repot memasak" setelah hari kerja yang melelahkan, jadi ia segera memeriksa aplikasi pengiriman makanan itu. Gomes kemudian menemukan New Thai Kitchen di dekat Barking, London Timur, dan memutuskan memesan makanan dari sana.

Tapi, saat hendak menyelesaikan pesanan ke kolom pembayaran, ia dengan cepat "kehilangan keinginan untuk makan" setelah menyadari bahwa mereka telah mematok harga pengantaran "tidak wajar." "Itu hampir seperti penolakan langsung. Saya keberatan mengeluarkan uang 160 pound sterling (Rp3,2 juta)," katanya.

"Jika saya terlalu malas untuk memasak, saya tidak keberatan membayar biaya normal 3,99 sampai 4,99 pound sterling (Rp81 ribu--Rp101 ribu), tapi dengan nominal itu (Rp3,2 juta) Anda berharap bisa makan mewah di Knightsbridge, bukan duduk di rumah, bukan di apartemen Anda," imbuhnya.

"Anda bisa menghabiskan banyak uang untuk mendapat pengalaman bersantap yang benar-benar menyenangkan, bukan (berwadah) dua mangkuk plastik yang bisa dibawa pulang. Ini sangat berbeda," tutur Gomes.

Setelah mengurungkan niat karena biaya pengantaran makanan yang "tidak masuk akal," Gomes akhirnya membuat pizza oven sebagai menu makan malamnya di hari itu. Gomes mengatakan bahwa ia sebenarnya terbiasa dengan "hal-hal yang merugikan" di London, tapi ongkir makanan itu keterlaluan.

"Bagaimanapun juga, tinggal di London dan Islington terkenal mahal, jadi saya sering terkejut dengan harganya. Tapi, yang satu ini 'lucu'," katanya.

Tanggapan Pihak Restoran

Ilustrasi restoran. (dok. pexels.com/@davideibiza)
Ilustrasi restoran. (dok. pexels.com/@davideibiza)

Gomes pun membagikan tangkapan layar dari rencana pemesanan makanannya di Twitter, dengan banyak pengguna menyebut tarif itu sebagai "gila." Namun, pihak restoran mengatakan bahwa biaya pesanan itu 'wajar' karena jarak 17 kilometer (km) antara rumah Gomes dan lokasi mereka, yang diperkirakan Google Maps akan memakan waktu perjalanan antara 28 menit sampai satu jam pada malam itu.

Juru bicara restoran mengatakan, "Sebagai penyedia layanan, kami memiliki jarak tertentu yang kami tempuh. Jika pesanan melebihi itu, jumlah pesanan minimum harus banyak."

"Jika kami melihat pesanan seperti ini, kami akan menelepon dan memberi tahu bahwa pelanggan dikenakan biaya dalam jumlah tertentu dan menanyakan apakah masih ingin melanjutkan pesanan," sambungnya.

"Jika kami memiliki pelanggan di pusat London, tidak mungkin mengirim pesanan sebesar lima pound sterling (Rp100 ribu) per setengah jam perjalanan," tuturnya. "Tarifnya bisa dibenarkan karena kalau dipikir-pikir, siapa pun bisa memesan melalui Deliveroo dari mana saja sehingga harus melihat jarak yang ditempuh."

Deliveroo mengatakan bahwa mereka sedang berdiskusi dengan pihak restoran tentang "bagaimana layanan pengiriman makanan dapat meningkatkan pengalaman pelanggan." Mereka menambahkan bahwa New Thai Kitchen bukanlah mitra penuh.

Artinya, pihak restoran dapat mengatur dan membayar pengirimannya sendiri. Dalam kasus ini, biaya pemesanan minimum sebesar 15 pound sterling (Rp301 ribu) telah tercapai, sehingga biaya tambahan disebabkan jarak pengiriman.

Cara Aman Pesan Makanan via Online

Infografis Cara Aman Pesan Makanan via Online dari Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis Cara Aman Pesan Makanan via Online dari Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel