Bikin Gol MU Dianulir, Son Heung-min Jadi Korban Rasisme Medsos

Riki Ilham Rafles
·Bacaan 1 menit

VIVA – Penyerang Tottenham Hotspur, Son Heung-min menjadi korban rasisme usai pertandingan melawan Manchester United dalam lanjutan Premier League, Minggu malam WIB 11 April 2021. Dia mendapatkan itu di media sosial (medsos).

Son seolah jadi musuh publik usai terjadinya insiden pada menit 33. Di mana gol MU ke gawang Tottenham melalui Edinson Cavani dianulir oleh wasit.

Wasit memilih memberikan tendangan bebas kepada Tottenham usai melihat video assistant referee (VAR). Karena sebelum gol tercipta, ada pelanggaran yang dilakukan gelandang MU, Scott McTominay kepada Son.

Tangan McTominay terayun dan mengarah ke wajah Son. Pemain asal Korea Selatan itu kemudian terjatuh dan mengerang kesakitan.

Tak berselang lama dari insiden tersebut, Son berhasil mencetak gol. Dia menyarangkan bola ke dalam gawang MU yang dikawal Dean Henderson usai menerima umpan dari Lucas Moura.

Mulai dari sana hujatan dan makian rasisme kepada Son muncul di media sosial. Tottenham bersikap dengan mengutuk keras perlakuan tersebut.

"Pelecehan rasial yang lebih menjijikan dialami oleh salah satu pemain kami," demikian pernyataan resmi klub, dikutip dari Twitter.

"Kami sudah melaporkannya ke platform dan sekarang kami sedang melakukan peninjauan penuh bersama Premier League untuk menentukan tindakan paling efektif untuk bergerak maju. Kami mendukung Anda, Sonny."

Rasisme di media sosial belakangan ini terus muncul di Premier League. Pemain asal Asia bukan cuma Son yang mengalami, tapi ada juga diterima oleh pemain Swansea City, Yan Dhanda beberapa waktu lalu.

Beberapa klub Premier League meminta kepada platform media sosial untuk segera bertindak. Karena jika persoalan ini terus terjadi malah akan berdampak negatif.