Bikin Haru, Berkat Tik Tok Anak Kembar Ini Kembali Bertemu Setelah 20 Tahun Berpisah

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Berpisah selama 20 tahun, bayi kembar Trena Mustika (24) dan Treni Fitri Yana (24) bertemu dengan cara tak biasa. Lantaran, kedua orang kembar ini akhirnya bisa saling menyapa berkat aplikasi media sosial Tik Tok.

Trena dan Treni merupakan sepasang anak kembar yang dilahirkan oleh ibu kandungnya di Tasikmalaya. Namun, kerena mengikuti saran seseorang, orang tuanya harus memisahkan keduanya.

Terpisah oleh jarak, selama ini Treni tinggal di Blitar, Jawa Timur, sedangkan Trena di Kampung Cipaingeun, Kelurahan Sukamaju Kaler, Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, dilansir dari Merdeka.

20 Tahun tinggal di Blitar, Reni kini mengetahui bahwa dirinya mempunyai ayah keluarga besar yang tinggal di Kota Tasikmalaya.

Enceng Dedi, ayah dari Trena dan Treni sebetulnya tahu bahwa salah satu dari kembaran anaknya itu diasuh oleh seseorang di Jawa Timur. Namun, dirinya mengaku kehilangan kontak dengan keluarga yang mengasuh.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Kisah 20 Tahun Lalu

ilustsrasi aplikasi TikTok. (iStockphoto)
ilustsrasi aplikasi TikTok. (iStockphoto)

Kini Enceng merasa bahagia sebab anaknya yang sempat hilang kontak selama 20 tahun itu bisa kembali dihubungi berkat aplikasi medsos Tik Tok.

"Trena dan Treni selama ini memiliki 6 saudara lainnya yang tinggal di Tasikmalaya. Sebetulnya saudaranya 7 orang, cuma kakaknya yang perempuan meninggal saat masih kecil," ujarnya, Senin, 19 Oktober 2020.

Dia mengungkapkan, saat ia tinggal di Maluku, sejak usia anak kembarnya 2 bulan menitipkan Treni kepada tetangganya yang bernama Rini dan Misranto asal Malang, Jawa Timur. Saat lahir, anak kembar itu sebetulnya memiliki nama Euis Trena Mustika dan Euis Treni Mustika. Namun saat dibawa oleh tetangganya dan atas seizinnya, nama Treni menjadi Treni Fitri Yana.

Pada 1999, terjadi kerusuhan di Maluku sehingga ia bersama transmigran lain kembali ke kampung halamannya masing-masing.

"Bu Rini dan Pak Misranto kembali lagi ke Malang, Jawa Timur, membawa Treni," ungkapnya.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini