Bikin Merinding, Kalimat Terakhir Diego Maradona Sebelum Wafat

Zaky Al-Yamani
·Bacaan 2 menit

VIVA – Keponakan Diego Maradona, Johnny Esposito mengungkapkan, bagaimana pamannya telah kehilangan keinginan untuk tetap bertahan hidup, beberapa jam sebelum dia meninggal. Seperti diketahui, Maradona meninggal pada November 2020 silam.

Johnny Esposito merupakan putra Maria Rosa Maradona, salah satu saudara perempuan Maradona. Dan Johnny Esposito tinggal bersama pamannya itu sehari sebelum dia meninggal. Dia pun mengungkapkan perilaku Maradona saat itu.

"Dia tidak ingin hidup, dia tidak ingin dibantu," kata Esposito dalam program 'Vino para Vos', seperti dilansir laman olahraga Spanyol, Marca, Rabu 3 Februari 2021.

"Saya tidak tahu mengapa dia tidak berjuang seperti yang selalu dia lakukan. Saya pikir mungkin itu karena dia tidak bisa lagi menendang bola," lanjut Johnny Esposito.

Esposito mengungkapkan bahwa Maradona mengatakan langsung kepadanya bahwa dia tidak ingin hidup lagi. "Dia berkata kepada saya, 'Saya sudah hidup selama 60 tahun dan saya telah meraih banyak hal. Saya tidak ingin melanjutkan hidup dengan kondisi seperti ini,'" kenangnya.

Malam itu adalah kali terakhir mereka berbicara. “Pukul 11 ??malam, saya ucapkan selamat malam, saya pergi ke kamar saya,” kata Esposito. "Kami mengucapkan selamat tinggal: 'Sampai jumpa besok'," tambahnya.

"Saya di lantai dua. Dia di lantai bawah, jadi dia tidak perlu naik tangga. Saya pergi tidur," lanjutnya.

Esposito tidak menduga jika itu menjadi momen terakhir dirinya berinteraksi dengan sang paman. "Saya bangun antara jam 9 dan 10 pagi. Saya turun, saya sarapan dan pada jam 11 pagi dokter datang dan dia (Maradona) sudah tidak bergerak."

Seperti diketahui, pada 2 November 2020, Maradona dirawat di rumah sakit di La Plata, diduga karena alasan psikologis. Seorang perwakilan dari mantan pesepakbola tersebut mengatakan bahwa kondisinya tidak serius.

Sehari kemudian, Maradona menjalani operasi otak darurat untuk mengobati hematoma subdural. Dia kemudian dipulangkan pada 12 November setelah operasi yang sukses dan diawasi oleh dokter sebagai pasien rawat jalan.

Namun pada 25 November 2020, pada usia 60, Maradona menderita serangan jantung dan meninggal di rumahnya di Dique Luján, Provinsi Buenos Aires, Argentina. Upaya tim medis gagal menyelamatkan nyawa sang legenda.

Saat masih berkarier, mantan pemain bernama lengkap Diego Armando Maradona Franco tersebut secara luas dianggap sebagai salah satu pemain sepakbola terhebat sepanjang masa dan oleh banyak orang sebagai yang terhebat yang pernah ada.

Mantan pemain kelahiran 30 Oktober 1960 ini dikenal dengan visi, passing, kontrol, dan dribling yang dikombinasikan dengan perawakan kecil (1,65 m) yang memungkinkannya bermanuver lebih baik daripada kebanyakan pemain lainnya.

Karena bakatnya yang terlihat sejak belia, Maradona diberi julukan "El Pibe de Oro" (Anak Emas). Nama yang melekat padanya sepanjang karirnya. Namanya pun berkibar seiring suksesnya membawa klubnya dan Timnas Argentina berjaya.