Bikin Merinding, Pentas Musik Ini Ditonton Ribuan Jin

Adinda Permatasari, Dehandoko

VIVA – Pentas musik ditonton ribuan jin, mungkinkah? Meski terdengar tak biasa, tapi pengalaman unik ini dialami grup musik Ki Ageng Ganjur, pimpinan Al Zastrouw Ngatawi saat pentas di kawasan Natal, Mandailing, Sumatera Utara.

Malam itu, mereka memainkan musik etnis dengan lirik lagu Islami. Tak lupa juga diselingi pembacaan selawat nabi bersama-sama.

Dari atas panggung terlihat puluhan ribu penonton berbaju putih-putih memadati tanah lapang. Suara selawat nabi yang digemakan bebarengan terasa religius.

Ketika menyanyikan lagu Islami seperti Ilir-Ilir dan Tombo Ati, puluhan ribu penonton itu juga ikut bernyanyi. Suara penonton yang menggema saat melantunkan Tombo Ati pun menggetarkan hati Zastrouw.

Namun anehnya, ketika Ki Ageng Ganjur menyanyikan lagu dangdut, tiba-tiba suara penonton menjadi senyap. Hampir tidak ada satupun yang ikut menyanyikan lagu yang sedang dibawakan. Seakan-akan tidak ada penonton di sana. Padahal, lagu dangdut yang dinyanyikan cukup rancak.

Pentas musik Ki Ageng Ganjur

Setelah menyanyi beberapa lagu hingga hampir tengah malam, pentas itu pun rampung. Zastrouw dan kru Ki Ageng Ganjur segera berbenah-benah menuju hotel. Penonton pun berangsur-angsur pulang, tanah lapang itu pun lengang kembali.

“Sampai di hotel, saya dan teman-teman baru merasa ada yang aneh dan janggal dengan penontonnya," kata Zastrouw beberapa waktu lalu.

Ketika mereka bercakap-cakap, membicarakan pentas yang baru dijalani, mereka ternyata sama-sama memendam pertanyaan dalam hati. Pertama, mereka heran melihat penonton yang jumlahnya hampir 50 ribu orang. Kedua, penonton dalam jumlah besar itu memakai baju putih semua. Ketiga, ketika menyanyi lagu dangdut, tidak satupun penonton yang ikut menyanyikan, bahkan sunyi sepi.

Keempat, mereka kebingungan kendaraan untuk transportasi puluhan ribu penonton. Padahal tempat itu terletak di pinggir kota, angkutan kota jarang sampai ke sana. Kelima, mereka juga melihat mobil atau truk yang parkir tidak banyak sehingga tidak mungkin puluhan ribiu penonton akan terangkut.

“Saya juga heran, dalam waktu singkat, tahu-tahu tanah lapang kosong tak ada penonton lagi. Padahal dengan jumlah penonton puluhan ribu perlu berjam-jam untuk mengosongkannya. Kayaknya yang menonton tak cuma manusia tapi juga Jin dari alam gaib," ucapnya.