Bikin Ngakak, Tips 'Ngaco' Amankan Stok Kue Lebaran

·Bacaan 1 menit

VIVA – Kemeriahan Hari Raya Idul Fitri sepertinya sudah menjadi tradisi untuk menghadirkan hidangan spesial dan penganan istimewa khas Lebaran. Deretan kue dan makanan ringan pun kerap ditemui sebagai sajian menemani hangatnya silahturahmi.

Tak ayal, suguhan makanan-makanan khas lebaran pun jadi salah satu kebutuhan yang diprioritaskan saat datangnya Hari Raya Idul Fitri.

Hal itu dipahami sebagai ungkapan rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan, serta merayakan momen kemenangan usai sebulan berpuasa.

Dan belum lama ini, jagat media sosial pun viral memunculkan konten kocak yang memuat berbagai tips-tips ‘ngaco’ agar stok kue lebaran tetap awet dan aman stoknya.

Dalam postingan akun Instagram mak_inpoh, memajang sebuah gambar yang memperlihatkan sejumlah toples dari kue-kue lebaran dengan berbagai tulisan ‘warning’ yang tertempel di atas tutup toples tersebut.

Di atas gambar tersebut pun tertera tagline 'Tips Agar Jajan Awet Ala Pandemi, Biar Tidak Beli Lagi'.

"Lebaran masa pandemi ini dimana semua serba sulit dan jajan lebaran yang pas pasan ben Cukup gak ngasi tuku maneh, sebab kondisi kanker alias (kantong kering) Wal Garingi, Wal Ngiriti, Wal Boke'i," ungkapan dalam postingan gambar itu.

Ada pun tiap-tiap toples dari kue tersebut tertera 'imbauan' ngaco yang bakal bikin ngakak pembacanya.

"ISINYA CRIPING PISANG MANIS.. Awas !! Kebanyakan Gula Diabetes loh," tulis peringatan di atas tutup toples biru.

"ISINYA KACANG METE.. Sudah banyak yang pegang tutupnya, Fikirkan lagi untuk ambil isinya.. Waspada Corona," tulisan di tutup toples kuning.

"ISINYA RENGINANG.. Cover / Kemasan Hanya Pemanis saja," tertera di tutup kaleng biskuit.

"ISINYA KACANG TANAH GORENG.. Awas !! Jerawatan Kalau Makan," tertulis di toples plastik transparan berisi kacang tanah. Akun mak_inpoh pun hanya menuliskan caption singkat menanggapi konten tersebut, “mau dicontoh?”

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel