Bikin Oleng, 5 Hal Tak Biasa di Fase Grup Liga Champions : Ada Bayern Munchen sampai Celtic

3. Louis Van Gaal (Bayern Munchen) - Pada 2010 sebenarnya Van Gaal cukup berprestasi. Ia berhasil menyabet gelar Bundesliga, DFB-Pokal dan DFL-Supercup. Namun, karena berselisih dengan petinggi klub, Van Gaal akhirnya dilengserkan. (AFP/Christof Stache)

Bola.com, Jakarta - Jurgen Klopp lega. Liverpool yang tengah terseok-seok di Premier League musim ini, akhirnya lolos ke babak 16 besar Liga Champions 2022/2023. Kepastian tersebut mereka genggam setelah mengalahkan Ajax 3-0 dalam matchday 5 Grup A, Kamis (27/10).

Sebelumnya, di Anfield, The Reds juga menang atas 2-1 atas wakil Belanda itu. "Lolos ke fase gugur tentunya sangat memuaskan. Tapi ini sangat sulit, karena Ajax bukanlah lawan yang mudah," kata Klopp, dilansir situs resmi klub.

Mengemas 12 poin, Liverpool berada di posisi kedua atau berada di bawah Napoli dengan torehan 15 poin. Pada Liga Champions 2007/2008, Liverpool terancam tak lolos ke fase gugur.

Nama Lain

Berada di Grup A bersama Porto, Marseille, dan Besiktas, The Reds hanya bisa mengais sebiji poin di putaran pertama. Kemudian, mereka bangkit dari keterpurukan dan meraup dua kemenangan besar.

Si Merah menggulung Porto dengan skor 4-1, serta menggiling Besiktas 8-0. Berada di posisi kedua dengan 10 poin, Liverpool menemani Porto ke babak 16 besar.

Selain Liverpool, empat tim di bawah ini juga berhasil melewati fase grup dengan dramatis.

Werder Bremen - 2005/2006

Tim ini hanya mengumpulkan empat poin dari lima pertandingan Grup C. Artinya, Bremen membutuhkan keajaiban pada duel terakhir melawan Panathinaikos.

Bertarung sekuat tenaga, wakil Jerman menang telak 5-1. Kemenangan fantastis itu membuat mereka bercokol di posisi kedua di bawah Barcelona.

Olympiakos - 2007/2008

Meskipun kurang begitu diunggulkan, Olympiakos pada akhirnya lebih baik dari Werder Bremen dan Lazio. Bersama Real Madrid selaku pemuncak klasemen Grup C, Olympiakos berhak melangkah ke babak 16 besar.

Wakil Yunani itu benar-benar mencengangkan banyak pihak, karena keajaiban yang mereka peroleh.

Bayern Munchen - 2009/2010

Menyandang nama besar tak lantas membuat semuanya mudah bagi Die Roten. Di musim ini, raksasa Jerman itu harus kerja ekstra keras untuk ambil bagian di babak 16 besar Liga Champions 2009/2010.

Meski berhasil menggapai final dan harus puas sebagai runner up usai dikalahkan Inter Milan 0-2, armada Louis van Gaal sempat susah payah di fase Grup A. Hanya mengantongi 10 poin hasil dari enam laga, Die Roten terpaut enam poin dari wakil Prancis, Bordeaux, dengan torehan 16 poin.

Celtic 2012/2013

Wakil Skotlandia ini berhasil melewati jalan terjal nan berliku dengan finis di tempat kedua Grup G. Padahal, mereka mengemas dua kekalahan.

Skuat besutan Neil Lennon mampu meraih tiga kemenangan serta satu kali seri. Bermodalkan 10 poin sudah cukup bagi Celtic untuk lolos ke babak 16 besar.