Bikin Parkiran Malioboro, Korbankan Lahan Bioskop

TEMPO.CO, Yogyakarta - Pemerintah DI Yogyakarta meyatakan segera mengosongkan lahan bioskop Indra akhir Maret ini, menyusul telah dibayarkannya ganti rugi kepada sejumlah pemilik lahan. "Untuk lahan yang sudah diberi pengganti tali asih akan segera dikosongkan," kata Gubernur Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X seusai bertemu Komnas HAM di Kepatihan, Kamis 28 Maret 2013.

Sultan menjelaskan pengosongan lahan itu akan dilakukan pada enam dari tujuh lahan milik ahli waris yang telah diselesaikan pemberian tali asihnya. Saat ini, masih ada satu ahli waris yakni Sukrisno Wibowo yang kukuh belum mau menerima ganti rugi yang ditawarkan pemerintah.

Sultan menambahkan, seharusnya dua hari ini dilakukan pertemuan internal untuk persiapan pengosongan lahan tersebut. Namun karena ada pertemuan dengan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia membahas insiden penyerangan Lapas Sleman, pertemuan itu diundur dan akan dijadwalkan lagi. "Sedang diatur ulang pertemuan untuk membahas (pengosongan) itu," katanya.

Pada lahan seluas 7005 meter persegi lahan tersebut, pemerintah DIY sudah mengeluarkan dana sebesar Rp 18 miliar melalui APBD 2010 dan APBD perubahan 2012. Dari anggaran tersebut, kini hanya tersisa Rp 1 miliar namun baru enam ahli waris yang telah dibayar.

Rencananya, tanah bekas bioskop Indra di ujung Jalan Malioboro itu akan segera dibuat kawasan lahan parkir untuk mengatasi kemacetan yang makin meningkat di Malioboro.

PRIBADI WICAKSONO

Berita terpopuler lainnya:

Ketua Umum Terpilih, Ibas Mundur sebagai Sekjen

Kasus Lapas Cebongan, Polda Perlu Gaet Agen Asing?

Jokowi Kalah Sama Penjual Dompet 

Car Free Night Bandung Diuji Coba Besok 

Ahok Puji Contra Flow Mampu Mengurangi Kemacetan

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.