Bikin Penasaran Nih, 5 Legenda yang Pernah Panen Penghargaan pada Masanya

Bola.com, Jakarta - Sepak bola adalah tentang piala dan penghargaan. Di tingkat internasional dan klub, tim atau tim nasional terus-menerus bertanding untuk meraih supremasi tertinggi.

Meskipun sepak bola adalah olahraga tim, penghargaan individu tetap penting. Penghargaan seperti Ballon d'Or dan FIFA The Best masih yang paling bergengsi dari semuanya.

Di bawah ini kami menampilkan lima legenda masa lalu yang sukses meraih penghargaan, baik saat membela klub maupun timnas. Selain Ballon d'Or, ada penghargaan lain seperti FIFA World Player of the Year, FIFA The Best, European Golden Shoe/Golden Boot, dan FIFA Puskas Award.

Siapa saja kelima legenda itu? Kuy, kepoin mereka di bawah ini!

 

Gerd Muller (Jerman)

Muller mencetak sejarah bersama Bayern dan tim nasional Jerman. Dia mencetak 566 gol dalam 607 pertandingan termasuk meraih tujuh kali Topskor Bundesliga. (Foto: AFP/Staff)
Muller mencetak sejarah bersama Bayern dan tim nasional Jerman. Dia mencetak 566 gol dalam 607 pertandingan termasuk meraih tujuh kali Topskor Bundesliga. (Foto: AFP/Staff)

Berbekal Ballon d'Or dan dua Sepatu Emas Eropa, legenda Jerman dan FC Bayern Munich layak dikenang sebagai pemain hebat. Selama kariernya, dia sudah mengemas 721 gol resmi yang membuat Muller dianggap sebagai salah satu penyerang terbaik sepanjang masa.

Dia seorang striker produktif yang terkenal dengan penyelesaian akhirnya, terutama di dalam kotak penalti. Dia adalah mimpi buruk bagi pertahanan lawan.

Muller menghabiskan sebagian besar karier profesionalnya di Bayern Munchen dan mencetak 564 gol dalam 605 penampilan. Dia memenangkan empat gelar Bundesliga (1968/69, 1971/72, 1972/73, 1973/74).

 

Gelar Lain

Ia juga berperan dalam tiga gelar Piala Eropa dari 1974 hingga 1976. Lalu mengoleksi dua European Golden Boot, 1969/70 dan 1971/72.

Pemenang Ballon d'Or 1970 juga ganas di panggung internasional. Setelah mencetak 68 gol dalam 62 pertandingan untuk Jerman, ia memenangkan dua trofi internasional. Pertama pada tahun 1972 UEFA Euro, dan dua tahun kemudian memenangkan Piala Dunia 1974.

 

Eusebio (Portugal)

Eusebio (kiri) dianggap sebagai pemain bintang Portugal sebelum Cristiano Ronaldo. Memenangkan banyak gelar bersama Benfica hingga berhasil dinobatkan sebagai peraih Ballon d'Or, Eusebio ternyata tak pernah merasakan trofi internasional bersama Timnas Portugal. (AFP/
Eusebio (kiri) dianggap sebagai pemain bintang Portugal sebelum Cristiano Ronaldo. Memenangkan banyak gelar bersama Benfica hingga berhasil dinobatkan sebagai peraih Ballon d'Or, Eusebio ternyata tak pernah merasakan trofi internasional bersama Timnas Portugal. (AFP/

Dia juga dikenal sebagai Black Panther. Modal 733 gol dalam 745 pertandingan, Black Panther menorehkan namanya dalam sejarah.

Ia dikenal karena kecepatan, teknik, atletis, dan tendangan kaki kanannya yang ganas membuatnya menjadi pencetak gol yang produktif. Ada 473 gol dalam 430 penampilan, dia adalah pencetak gol sepanjang masa SL Benfica.

 

Masa Sukses

Pada 1965, ia menjadi pemain pertama kelahiran Afrika yang memenangkan Ballon d'Or. Dia meraih Sepatu Emas Eropa perdana pada 1968. Satu lagi pada 1973, sehingga koleksinya sama dengan Ronaldinho dan Gerd Muller dengan tiga penghargaan individu.

Dia menikmati kesuksesan besar bersama SL Benfica. Memenangkan 11 gelar Liga Primera dan Piala Eropa pada musim 1961/62. 41 golnya dalam 64 penampilan internasional membuatnya menjadi pencetak gol terbanyak kedua di Portugal.

 

Johan Cruyff (Belanda)

Johan Cruyff. Eks pelatih yang wafat pada 24 Maret 2016 di usia 68 tahun ini merupakan pelatih ketiga asal Belanda yang mampu meraih trofi Piala Champions. Ia meraihnya di musim ke-4 membesut Barcelona pada musim 1991/1992 usai mengalahkan Sampdoria 1-0 di partai final. Total ia menukangi Ajax selama 8 tahun, mulai Mei 1988 hingga Mei 1996. (AFP/Josep Lago)
Johan Cruyff. Eks pelatih yang wafat pada 24 Maret 2016 di usia 68 tahun ini merupakan pelatih ketiga asal Belanda yang mampu meraih trofi Piala Champions. Ia meraihnya di musim ke-4 membesut Barcelona pada musim 1991/1992 usai mengalahkan Sampdoria 1-0 di partai final. Total ia menukangi Ajax selama 8 tahun, mulai Mei 1988 hingga Mei 1996. (AFP/Josep Lago)

Legenda Belanda Johan Cruyff merupakan seorang pesepak bola yang cerdas dan berbakat. Dia sering termasuk di antara pemain terhebat dalam sejarah sepak bola.

Dia adalah eksponen Total Football yang paling terkenal. Dia memainkan peran penting dalam mengangkat sepak bola Belanda dari ketidakjelasan di akhir 1960-an, menjadi negara adidaya di dunia sepak bola.

Cruyff mencetak 416 gol untuk klub dan negara dalam 716 penampilan. Ia memenangkan sembilan gelar Eredivisie, delapan bersama Ajax dan satu lagi bersama Feyenoord.

 

Manajer Oke

Bersama Ajax, ia memenangkan Piala Eropa tiga kali berturut-turut dari tahun 1971 hingga 1973. Untuk prestasinya bersama klub Amsterdam, ia dianugerahi Ballon d'Or tiga kali pada tahun 1971, 1973, dan 1974.

Selain sebagai pemain hebat, dia juga manajer yang brilian. Menjadi salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah sepak bola. Gaya permainannya telah mempengaruhi beberapa manajer dan pemain, termasuk orang-orang seperti Arrigo Sacchi, Sir Alex Ferguson, Pep Guardiola, dan banyak lagi.

 

Michel Platini (Prancis)

Mantan Presiden UEFA, Michel Platini, ditangkap karena terindikasi korupsi dan suap pemilihan tuan rumah Piala Dunia 2022 (Valery HACHE / AFP)
Mantan Presiden UEFA, Michel Platini, ditangkap karena terindikasi korupsi dan suap pemilihan tuan rumah Piala Dunia 2022 (Valery HACHE / AFP)

Dia adalah mantan Presiden UEFA dan pesepakbola termasyur Prancis. Sering dianggap sebagai satu di antara pesepak bola terbaik di generasinya.

Kapten Prancis itu memenangkan tiga Ballon d'Or berturut-turut dari tahun 1983 hingga 1985. Meskipun bermain sebagai playmaker, dia juga seorang pencetak gol yang produktif.

Setelah mengantongi 353 gol dalam 652 penampilan untuk klub dan negara, ia sering menempati peringkat teratas dalam sejarah olahraga. Karier yang membentang lebih dari 15 tahun, mantan pilar Juventus ini memenangkan beberapa penghargaan di tingkat klub dan internasional.

 

Rekor Turnamen

Ia mengoleksi jawara Ligue 1 1980/81 bersama Saint-Etienne dan dua gelar Serie A bersama Juventus pada 1983/84 dan 1984/85. Bareng Si Nyonya Tua, ia juga menjuarai Piala Eropa pada musim 1984/85.

Pada Euro 1984, ia mencetak rekor turnamen delapan gol dan memimpin negaranya meraih gelar jauara.

 

Zinedine Zidane (Prancis)

6. Zinedine Zidane - Pelatih Real Madrid ini pernah memutuskan gantung sepatu dari timnas Prancis usai kegagalan di Euro 2004 Yunani. Setahun berselang, pria berkepala pelontos ini meralat sikapnya demi Piala Dunia 2006. (AFP/Roberto Schmidt)
6. Zinedine Zidane - Pelatih Real Madrid ini pernah memutuskan gantung sepatu dari timnas Prancis usai kegagalan di Euro 2004 Yunani. Setahun berselang, pria berkepala pelontos ini meralat sikapnya demi Piala Dunia 2006. (AFP/Roberto Schmidt)

Empat penghargaan individu atas namanya, Zinedine Zidane menjadi gelandang terbaik yang pernah menghiasi permainan di eranya. Zidane dikenal karena kontrol bolanya yang halus dan umpannya yang akurat.

Dia juga pencetak gol yang hebat. Dia memiliki 156 gol atas namanya dalam 792 penampilan untuk klub dan negara. Mantan legenda Juventus dan Real Madrid itu menjuarai Serie A pada 1996/97 dan 1997/98 serta Piala Super Italia pada 1997 bersama klub asal Turin tersebut.

Pada 1998, masa keemasan di klub diikuti dengan kemenangan Piala Dunia bagi Prancis di kandang mereka. Itu membuat Zidane meraih Ballon d'Or pertamanya dan satu-satunya dari tiga penghargaan Pemain Terbaik Dunia FIFA pada tahun 1998. Dia mencetak dua gol di final Piala Dunia itu.

 

Indah dan Dominan

Penghargaan Pemain Terbaik Dunia FIFA lainnya menyusul pada tahun 2000 ketika membantu Prancis meraih gelar Euro 2000. Pada musim pertamanya bersama Real Madrid, dia memenangkan Liga Champions 2001/2002.

Zizou mencetak gol voli di final, yang dianggap sebagai gol terbesar yang dicetak dalam kompetisi antarklub Eropa. Musim berikutnya, dia meraih trofi La Liga yang membawanya ke penghargaan Pemain Terbaik Dunia FIFA, untuk kali ketiga pada 2003.

Total, dia memenangkan enam trofi bersama Los Blancos dan mengakhiri karier klubnya bersama Madrid pada tahun 2006.

Sumber: sportskeeda

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel