Bikin Ribut saat Resepsi Pernikahan, Pemabuk Tikam Pasangan Pengantin di Kupang

Merdeka.com - Merdeka.com - Seorang pria yang tengah mabuk membuat keributan dan menikam pasangan pengantin, HN (28) dan NG (35), yang tengah menggelar resepsi pernikahan di Desa Tuakau, Kecamatan Fatuleu Barat, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (11/7). Kedua korban terluka, sedangkan pelaku langsung diamankan warga.

Kapolres Kupang, AKBP FX Irwan Arianto menjelaskan, pasangan pengantin itu baru menjalani pemberkatan nikah di gereja Tuakao, Minggu (10/7). Acara kemudian dilanjutkan dengan resepsi pernikahan di rumah Efraem Nenobahan, orang tua pengantin wanita, sejak Minggu malam hingga Senin (11/7) subuh.

Terduga pelaku bernama Musa Lanaina (31), yang juga warga Desa Tuakao, ikut menghadiri resepsi. Senin subuh sekitar pukul 03.00 Wita, dia membuat keributan.
Musa duduk di kursi pelaminan. Dia membanting kursi sehingga pasangan pengantin menegurnya.

Tidak terima ditegur, dia mengambil pisau yang telah dibawanya kemudian menikam kedua korban. HN ditikam pada paha kiri, sedangkan suaminya NG ditikam pelaku pada bahu kiri.
"Kedua pengantin pun jatuh karena mengalami luka dan berdarah. Suasana pesta menjadi kacau," jelas FX Irwan Arianto.

Korban Dilarikan ke Puskesmas

Menurutnya, sejumlah warga yang berada di resepsi pernikahan tersebut langsung mengamankan Musa. Sementara rekannya melarikan diri.

Ketua RT setempat Yaret Tanau mengatakan, saat kejadian dia juga berada di lokasi sehingga langsung mengamankan situasi. "Pelaku banting kursi jadi pengantin pria tegur. Pelaku justru mengeluarkan pisau dan tikam pengantin laki-laki dan pengantin perempuan, sepertinya pelaku sudah bawa memang pisau," jelasnya.

Yaret menuturkan, warga langsung melarikan kedua korban ke puskesmas setempat. Sementara pelaku langsung diamankan, sambil melaporkan ke pihak kepolisian.

Keramaian Malam Hari Tidak Diizinkan

Sejumlah pesta yang digelar di wilayah Kabupaten Kupang sering berujung kericuhan, mulai dari pelemparan, pengeroyokan, hingga penikaman. Kebanyakan pesta yang ricuh terjadi pada malam hari hingga subuh, yang dipicu minuman keras.

Kapolres Kupang AKBP FX Irwan Arianto akan mengambil langkah tegas demi mencegah terjadinya hal-hal serupa di waktu mendatang. Jebolan Akpol tahun 2000 ini menyatakan tidak mengeluarkan izin keramaian pada malam hari. "Segala bentuk izin keramaian pada malam hari tidak akan kami keluarkan," tegasnya.

Irwan juga menerapkan pemberlakuan jam pesta pada malam hari ditolerir hingga pukul 20.00 Wita. "Kami tidak akan keluarkan izin keramaian di malam hari dan kami sudah mengeluarkan imbauan," katanya.

Imbauan disampaikan melalui camat, kepala desa, dan lurah. "Jika bupati dan ketua DPRD tidak membatasi jam pesta, maka kami akan tegas mengeluarkan aturan soal ijin keramaian," tambah mantan Kapolres Sumba barat ini.

Irwan juga menugaskan Kapolsek untuk membubarkan pesta yang melanggar ketentuan dan aturan yang ada. "Kami akan menertibkan semua perizinan terkait adanya pesta atau syukuran lainnya yang dilaksanakan malam hari. Melalui kapolsek dan para kepala desa kami akan mengimbau agar pelaksanaan pesta atau syukuran yang dilaksanakan malam hari dibatasi hingga pukul 20.00 Wita," tutupnya. [yan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel