Bikin Surat Pengantar RT/RW Kini Bisa Lewat Internet

TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Dengan jemari tangan kanannya, Rakhman Imansyah menggerakkan layar sentuh tablet miliknya.

Pria berusia 38 tahun menunjukkan konten yang ada dalam aplikasi Sarana Tegur Sapa Warga (Swarga) kepada Tribun. Cara kerja aplikasi ini mirip dengan jejaring sosial Facebook.

Tampilannya seperti blog, yang di-customize sedemikian rupa. Kelebihannya, Swarga bisa diaplikasikan menjadi media komunikasi di lingkungan tingkat RT dan RW.

Domainnya bisa dibuka menggunakan fasilitas internet di mana saja, di alamat www.rt-rw.com. Media gratis ini baru dimiliki dua RW di Banyuwangi, Jawa Timur, sebagai prototipe. Aplikasi ini dibuat tim Research and Development Center (RDC) Telkom di Gegerkalong, Bandung, Jawa Barat.

Sebagai Research Content and Application di RDC, Rakhman mengatakan, aplikasi ini dibuat pada awal tahun lalu. Saat itu, ide berawal dari banyaknya registrasi data pemilih pada Pemilu Presiden 2009 yang tidak valid.

"Kami bikin satu media, bisa dipakai kelurahan untuk validasi data. Dulu ada gap antara data yang di RT/RW dan yang di kelurahan. Kebetulan di Banyuwangi ada percontohan, mereka mau lingkungannya dijadikan prototipe," katanya ketika ditemui Tribun di Gedung RDC Telkom, Senin (9/4/2012) pagi.

Dari aplikasi ini, warga bisa melakukan banyak hal. Seperti mengisi form surat pengantar kepada RT atau RW, untuk kemudian dicetak sendiri dan tinggal meminta tanda tangan RT dan RW. Aplikasi ini juga bisa menyimpan database semua warga.

"Sebenarnya juga berdasar pengalaman pribadi. Saya pernah mau bikin surat pengantar, tapi form-nya habis. Aplikasi ini bisa mengurangi tahapan pembuatan form surat pengantar," jelas ayah empat anak.

Warga bisa melihat secara bebas aplikasi yang dikontrol oleh ketua RT atau RW. Bahkan, warga bisa mengenali siapa penghuni tetangga yang belum dikenalnya dengan membuka aplikasi.

Manfaat lainnya, warga bisa melaporkan tamu yang berkunjung melalui Swarga, dengan mengirim form via internet kepada ketua RT.

Konten yang bisa diakses aplikasi ini ada beberapa item. Mulai dari bikin surat pengantar, laporan tamu, laporan warga, profil pengguna, penduduk, dan peta kampung yang tersambung langsung dengan Google Map.

Selain itu, ada konten sosialisasi yang berisi pengumuman, undangan, berita warga, dan galeri warga. Semua konten yang memiliki otoritas mengunggah hanya ketua RT atau ketua RW. Beberapa data privasi warga tidak ditampilkan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

"Tidak menutup kemungkinan bisa dipakai wilayah lain, seperti Bandung. Apalagi sekarang ada kasus terorisme yang membuat warga cenderung kurang aware sama tetangganya, karena medianya kurang. Aplikasi ini kami bikin secara gratis," tutur Rakhman.

Menurut Rakhman, pihaknya hanya menyediakan konten. Selain itu, kalau aplikasi ini dibuat banyak, membutuhkan server besar dan kapasitas harus dibesarkan. Untuk membikin aplikasi ini paling tidak dibutuhkan waktu selama enam bulan.

"Harapannya bisa dikoneksikan dengan e-governance. Untuk aplikasi gratis, kalau akses internetnya kan tidak. Bisa sinergi dengan pemda. Kami juga siap membuat aplikasi ini kalau ada warga yang minta," paparnya.

Dalam aplikasi ini, warga juga bisa mengunggah foto kegiatan di kampungnya. Ada juga forum warga yang bisa saling bertukar informasi atau sekadar saling bertukar pendapat. Bahkan, ada ruang untuk iklan yang bisa diberdayakan warga dari kegiatan yang dilakukan. (*)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.