Bikin Tak Habis Pikir, Pria Nekat Telan Replika Ponsel Nokia

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Kosovo - Para dokter di Kosovo, harus membantu pria tak dikenal berusia 33 tahun setelah sebuah ponsel bersarang di perutnya. Pria itu entah bagaimana dikabarkan telah menelan sebuah ponsel sehingga membutuhkan bantuan dokter untuk mengeluarkannya. Dia menelan ponsel tiruan Nokia 3310.

Tentunya itu terlalu besar untuk dia cerna dan membahayakan nyawanya karena asam baterai yang korosif bisa bocor.

Dilansir dari Metro, Selasa (26/10/2021), Skender Teljaku, yang memimpin tim medis melakukan pembedahan, membagikan foto ponsel tersebut di Facebook setelah dilepas, serta gambar sinar-X dan endoskopi saat masih di dalam perut.

Ia berhasil mengeluarkan benda asing tersebut tanpa memotong ke dalam perut dengan mengeluarkannya menjadi tiga bagian dengan endoskopi. Beruntung, dia mengatakan bahwa tidak ada komplikasi.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Replika Nokia

Foto: Skender Telaku
Foto: Skender Telaku

Ponsel ini diyakini sebagai L8STAR BM90, model yang dirancang agar terlihat seperti Nokia 3310 tetapi lebih kecil.

Menurut media lokal, pria itu pergi ke rumah sakit di Pristina, karena dia kesakitan usai menelan benda itu. Terlebih lagi, ponsel tersebut sudah 4 hari bersarang di dalam perut pasiennya sebelum akhirnya dikeluarkan melalui operasi.

Benda Asing Lain di Dalam Perut

Foto: Pixabay
Foto: Pixabay

Menurut British Society of Gastroenterology, sebagian besar benda asing yang ditelan orang akan keluar secara spontan, tetapi 10-20% kasus memerlukan pengangkatan endoskopi dan hingga 1% memerlukan ekstraksi bedah atau pengobatan komplikasi.

Mereka mengatakan bahwa koin, kancing, barang plastik, baterai, dan tulang adalah barang umum yang ditelan orang padahal seharusnya tidak.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel