Bila Positif COVID-19, Jubir Reisa: Tak Perlu Panik dan Berebut ICU

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Jika hasil tes PCR menunjukkan Anda terkonfirmasi positif COVID-19, Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Reisa Broto Asmoro mengatakan tak perlu panik dan berebut ruang ICU di rumah sakit. Upaya pertama yang harus dilakukan adalah melapor ke puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat dengan domisili.

"Laporkan ke puskemas, faskes terdekat atau satgas. Apabila mengalami gejala COVID-19 ringan hingga sedang, manfaatkan sarana telemedicine," tegas Reisa saat memberikan keterangan pers harian PPKM Darurat, Rabu (21/7/2021).

"Ingat, Anda tidak sendirian, kita akan saling membantu, dirawat di rumah sakit atau tidak, adalah keputusan dokter."

Apabila menjalani isolasi mandiri, Reisa Broto Asmoro mengingatkan, rajin mengukur saturasi oksigen suhu tubuh dan tensi darah, tetap berkonsultasi dengan dokter dan keluarga lewat saluran virtual.

"Jangan putus komunikasi. Apabila terjadi perburukan kondisi badan, komunikasi yang rutin memastikan bantuan akan cepat datang dan Anda akan tertolong dengan segera," pesannya.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

#sudahdivaksintetap3m #vaksinmelindungikitasemua

Jika Kontak Erat, Segera Lapor ke Puskesmas

Warga menjalani tes usap PCR di Taman Pintar, Kayu Putih, Pulogadung, Jakarta Timur, Selasa (8/6/2021). Saat ini, RW 09 dan 10 Kelurahan Kayu Putih dalam status zona merah atau karantina wilayah sejak 4 Juni setelah 22 orang terkonfirmasi positif COVID-19. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)
Warga menjalani tes usap PCR di Taman Pintar, Kayu Putih, Pulogadung, Jakarta Timur, Selasa (8/6/2021). Saat ini, RW 09 dan 10 Kelurahan Kayu Putih dalam status zona merah atau karantina wilayah sejak 4 Juni setelah 22 orang terkonfirmasi positif COVID-19. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Reisa Broto Asmoro menambahkan, apabila Anda berkontak erat, laporkan segera ke puskesmas. Pastikan diri dites dengan berani dan bertanggung jawab.

Ketahui dengan pasti kondisi tubuh agar tidak menjadi sumber penularan virus Corona yang tak diduga orang lain. Apabila negatif bisa membantu tim lacak atau tim tracing memastikan aman dari penularan virus Corona.

Tak lupa, praktikkan dengan disiplin ketat semua protokol kesehatan sekarang juga bersama-sama.

“Pakai masker dobel, jaga jarak dengan tetap di rumah, cuci tangan sesering mungkin,” saran Reisa dalam pernyataan tertulis yang diterima Health Liputan6.com.

"Kemudian, kurangi keluar rumah atau turunkan mobilitas dan jauhi kerumunan, karena pembawa virus Corona ini adalah manusia. Semakin banyak manusia berkumpul pada satu tempat, semakin besar kemungkinan virus menyebar."

Kontribusi Turunkan Laju Penularan COVID-19

Warga mendatangi lokasi tes usap PCR di Taman Pintar, Kayu Putih, Pulogadung, Jakarta Timur, Selasa (8/6/2021). Warga RW 09 dan 10 Kelurahan Kayu Putih kembali menjalani tes usap PCR guna mengantisipasi penyebaran COVID-19 di wilayah mereka. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)
Warga mendatangi lokasi tes usap PCR di Taman Pintar, Kayu Putih, Pulogadung, Jakarta Timur, Selasa (8/6/2021). Warga RW 09 dan 10 Kelurahan Kayu Putih kembali menjalani tes usap PCR guna mengantisipasi penyebaran COVID-19 di wilayah mereka. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Disiplin protokol kesehatan, menurut Reisa Broto Asmoro, dapat berkontribusi mengurangi jumlah konfirmasi dan mengurangi angka kematian, dan menurunkan laju penularan COVID-19 secara drastis.

Upaya pelaporan diri ke puskesmas saat Anda terkonfirmasi positif dapat menurunkan beban rumah sakit, Bed Occupancy Ratio (BOR) dan meningkatkan angka kesembuhan.

Selain itu, upaya pelaporan diri saat kontak erat dapat membantu kabupaten/kota mencapai target pemeriksaan (testing) dan pelacakan (tracing) yang diamanatkan Kementerian Kesehatan dan Kementerian Dalam Negeri.

"Kombinasi upaya di atas juga membantu kabupaten/kota Anda keluar dari PPKM Darurat. Percayalah kita bisa, Indonesia, pasti bisa! Semoga Tuhan melindungi dan memberkati bangsa Indonesia,” tutup Reisa.

Infografis 4 Tips Jaga Kesehatan Mental Saat Pandemi Covid-19

Infografis 4 Tips Jaga Kesehatan Mental Saat Pandemi Covid-19. (Liputan6.com/Trieyasni)
Infografis 4 Tips Jaga Kesehatan Mental Saat Pandemi Covid-19. (Liputan6.com/Trieyasni)

Saksikan Video Menarik Berikut Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel