Bima: Bangun industri pariwisata dengan kolaborasi dan adaptasi

Royke Sinaga
·Bacaan 1 menit

Membangun kembali industri pariwisata dan jasa yang terpuruk pada situasi pandemi COVID-19, adalah dengan merajut kolaborasi serta beradaptasi.

Wali Kota Bogor, Bima Arya, mengatakan hal itu saat membuka Sosialisasi CHSE (Clean, Healhy, Safety, Environment) untuk Hotel dan Restoran Kota Bogor, di Kota Bogor, Jumat.

Menurut Bima Arya, kolaborasi dan adaptasi, dua langkah yang dapat memenangkan pertarungan melawan pandemi COVID-19 sekaligus membangun kembali perekonomian, khususnya industri pariwisata.

Di tengah pandemi saat ini, setiap pihak tidak bisa berjalan sendiri-sendiri tapi harus berkolaborasi.

"Pemerintah daerah tidak bisa berjalan sendiri, pemilik dan pengelola hotel dan restoran juga tidak bisa berjalan sendiri-sendiri, tapi harus berkolaborasi," katanya.

Menurut Bima, membangun kolaborasi saat ini tidak mudah, karena masih banyak juga pihak-pihak yang memiliki pandangan berbeda. "Kita sebelumnya tidak tahu akan menghadapi pandemi COVID-19, karena kita semua harus berkolaborasi untuk mengatasinya," katanya.

Bima Arya, menyatakan, optimistis pengelola hotel dan restoran di Kota Bogor dapat bangkit dan membangun kembali perekonomian, karena warga Kota Bogor memiliki karakter, suka berkumpul, menjaga kebersamaan, dan solidaritas.

Upaya membangun kembali perekonomian tersebut, menurut dia, salah satunya adalah dengan membangun "Clean, Healhy, Safety, Environment" (CHSE) yakni program pemerintah pusat melaui Kementerian Pariwasata melalui protokol kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan kelestarian lingkungan di bidang Pariwisata.

"Kita harus 'fight' melawan COVID-19 melalui CHSE," katanya.

Bima juga mengingatkan, program CHSE ini akan memberikan sertifikasi kepada hotel dan restoran, tapi yang lebih penting dari itu adalah membangun sistem untuk beradaptasi.

"Lebih penting lagi adalah tindakan membangun kepercayaan serta komitmen menjaga kebersamaan. Wisatawan akan beramai-ramai datang ke Kota Bogor, jika percaya bahwa pariwisata di Kota Bogor aman," katanya.

Baca juga: Hotel dan restoran diminta pahami mekanisme dana hibah pariwisata
Baca juga: Kemenparekraf harap komitmen banyak pihak jalankan hibah pariwisata