BIMP-EAGA perlihatkan kontribusi pembangunan kawasan jelang pertemuan

Kerja sama Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia-The Philippines- East Asean Growth Area (BIMP-EAGA) memperlihatkan kontribusi signifikan bagi pembangunan sosial dan ekonomi subkawasan menjelang pertemuan ke-25 pada 23-26 November 2022.

Pertumbuhan signifikan yang dimaksud, diantaranya total perdagangan barang yang mencapai 95,3 miliar dolar AS atau berkontribusi 19,1 persen terhadap perdagangan gabungan empat negara anggota, dan menyumbang 322,8 miliar dolar AS atau 17,9 persen dari PDB gabungan empat negara anggota, sebagaimana keterangan Kemenko Perekonomian di Jakarta, Kamis.

Indonesia kembali menjadi ketua dalam forum ini yang akan diselenggarakan di Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat, dengan mengangkat tema “Supporting Competitiveness, Climate Resilience”.

Forum yang didirikan sejak 1994 ini, menetapkan visi 2025 untuk subkawasan yang tangguh, inklusif, berkelanjutan, dan kompetitif secara ekonomi untuk memperkecil kesenjangan pembangunan.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto selaku Signing Minister dijadwalkan akan hadir dan memimpin Pertemuan Tingkat Menteri (PTM) forum ini.

Airlangga akan memimpin dua PTM yaitu Retreat pada 25 November 2022 dan Pleno pada 26 November 2022.

Baca juga: Penanaman magrove secara digital jadi bagian agenda BIMP-EAGA

"Yang tak kalah penting adalah mengembangkan kerangka pemulihan pariwisata, investasi hijau, dan mempromosikan energi baru dan terbarukan (EBT) menuju keberlanjutan dan ketahanan ekonomi," ujar Menko Airlangga pada pertemuan BIMP-EAGA ke-24 pada tahun lalu.

Dalam forum ini juga akan dilaksanakan kegiatan penanaman mangrove menggunakan aplikasi digital, yang mana para penanam dapat memantau perkembangan mangrove yang ditanam secara berkala dan real-time.

"BIMP-EAGA adalah bagian dari building blocks di ASEAN. Indonesia sudah memegang Keketuaan ASEAN di 2023, sehingga kita harus mengusahakan kerja sama dan kolaborasi dari semua platform yang ada di ASEAN," ujar Chair Senior Officials BIMP-EAGA yang juga Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi Internasional Kemenko Perekonomian Edi Prio Pambudi.

Adapun, wilayah Indonesia yang termasuk dalam lingkup kerja sama BIMP-EAGA terdiri dari 15 provinsi yang berada di Pulau Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua, dan wilayah Brunei meliputi seluruh negaranya, Malaysia 3 provinsi, dan Filipina 28 provinsi.

Sementara, lingkup kerja sama meliputi lima sektor strategis, yakni konektivitas (transportasi, perdagangan dan investasi, TIK), ketahanan pangan, pariwisata, lingkungan, serta sosial budaya dan pendidikan.

Baca juga: Kemenkop usul peningkatan keterlibatan UMKM dalam forum BIMP-EAGA

Baca juga: BIMP-EAGA kerja sama dengan Korea Selatan akselerasi pemulihan ekonomi