BIN: Bomber di Gereja Katedral Terlibat Pendanaan Andi Baso

Siti Ruqoyah, Eduward Ambarita
·Bacaan 1 menit

VIVA – Badan Intelijen Negara (BIN) menyebut pelaku teror bom bunuh diri yang terjadi di Gereja Katedral Makassar kemarin sudah terendus sebelumnya. Menurut Juru Bicara lembaga telik sandi itu, Wawan Hari Purwanto, pelaku bom bunuh diri itu dikabarkan memang masih dalam pengejaran aparat.

Buktinya, aparat sudah menangkap jaringan mereka beberapa waktu belakangan yang terafiliasi dengan Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

"Pelaku kasus bom bunuh diri di Gereja Katedral sebelumnya memang dalam pengejaran aparat keamanan. Masih ada beberapa yang belum tertangkap dan terus dalam pengejaran," kata Wawan dalam keterangannya, Senin 29 Maret 2021.

Wawan yang juga Deputi VII Bidang Komunikasi dan Informasi BIN, menyampaikan indikasi aksi terorisme dengan cara bom bunuh diri di Makassar sudah terpantau sejak tahun 2015. Kala itu, ada ratusan orang dibaiat oleh kelompok ISIS di Sudiang, Sulawesi Selatan

Sementara di awalan tahun 2021, aparat lewat Densus 88, telah menangkap 20 terduga teroris yang terhubungan dengan JAD.

"Mereka terlibat pendanaan pelaku bom bunuh diri di Filipina, fasilitator pelarian Andi Baso terduga pelaku pengeboman gereja Oikomene Samarinda 2017. Mereka sudah melakukan persiapan fisik maupun kemampuan i'dad. Terduga teroris yg tertembak waktu itu diduga akan melakukan aksi bom bunuh diri," lanjut Wawan.

Wawan menyampaikan, pasca kejadian bom di gerbang gereja Katedral tersebut, sudah barang tentu juga akan didalami keterlibatan jauh orang - orang yang masih diduga terlibat. Termasuk penangkapan terhadap sejumlah pelaku teroris di Makassar yang sebagian merupakan anggota dan simpatisan dari eks ormas tertentu juga akan terus didalami.

"Saya ucapkan prihatin dan menyayangkan kejadian bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar Sulsel. Semoga cepat teratasi hingga ke akar-akarnya. Mengimbau masyarakat agar tenang, serahkan ke aparat penegak hukum untuk mengusutnya," kata dia.

Baca juga: Moeldoko: Saya Khilaf, Saya Tak Mau Bebani Presiden