Bina Marga akan uji kelayakan seksi I tol Pekanbaru-Dumai

Nusarina Yuliastuti

Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dijadwalkan melakukan uji kelayakan seksi I tol Pekanbaru-Dumai sepanjang 9,5 kilometer menjelang peresmian jalan bebas hambatan tersebut.

"Minggu depan sesuai prosedur Bina Marga harus sertifikasi layak fungsi. Biasanya butuh waktu dua hingga tiga hari untuk pengecekan. Mudah-mudahan tidak banyak catatan nanti," kata Sekretaris Perusahaan Hutama Karya Muhammad Fauzan kepada Antara di Pekanbaru, Rabu.

Dia menjelaskan pemeriksaan kelayakan akan melibatkan para ahli. Sesuai jadwal, pemeriksaan itu akan dilangsungkan pada 20 Desember 2019.

Beberapa item yang menjadi perhatian dalam pemeriksaan itu d iantaranya adalah kesiapan operasional, keberadaan mobil derek, lampu penerangan, mobil patroli, mobil ambulans, petugas pembayaran hingga penyeberangan orang.

Baca juga: Seksi I Tol Pekanbaru-Dumai ditargetkan rampung tahun ini

Fauzan optimistis jalur tol seksi I Pekanbaru-Dumai telah memenuhi seluruh unsur yang dibutuhkan tersebut. Seluruh sarana dan prasarana saat ini telah disiapkan menjelang pemeriksaan pekan depan.

Meski begitu, ia mengatakan bahwa kewenangan memutuskan apakah tol tersebut layak atau tidak berada di tangan Menteri Pekerjaan Umum Basuki Hadimuljono. "Decision making dari Pak Menteri. Namun biasanya karena ini kebutuhan masyarakat jadi tidak lama (proses pemeriksaan dan hasil)," tuturnya.

Dia juga mengaku siap untuk melakukan perbaikan jika memang muncul catatan minor dari para ahli yang memeriksa kelayakan tol pertama di Bumi Melayu tersebut.

Secara umum, Fauzan mengatakan jseksi II, III, dan IV masih dalam tahap penyelesaian pembebasan lahan keseluruhan. Sedangkan seksi V dan VI pembebasan lahan telah selesai sehingga dapat dikebut untuk pembangunan konstruksinya.

Dengan selesainya seksi I dan progres pembebasan lahan yang cepat serta dukungan yang baik dari pemerintah daerah serta masyarakat, dia pun mengaku optimis jika pembangunan jalan tol Pekanbaru-Dumai sepanjang 131 kilometer bisa selesai Maret 2020.

"Panjang keseluruhan ruas Tol Pekanbaru-Dumai 131 km yang terbagi menjadi 6 seksi. Kami sepanjang penugasan ini lima provinsi, Riau termasuk luar biasa kerjasama masyarakat, dukungan Pemda termasuk kecepatan pembebasan lahan," urainya.

Baca juga: Progres pembebasan lahan tol Pekanbaru-Dumai hampir rampung

Tidak hanya hanya membangun fisik jalan tol saja, ia menuturkan Hutama Karya juga membangun enam perlintasan gajah di ruas tol Pekanbaru-Dumai ini, tepatnya di seksi IV yaitu daerah Kandis Utara dan Duri Selatan.

Tiap perlintasan gajah, ia mengatakan Hutama Karya membangun terowongan selebar 25 meter. Terowongan itu yang akan menjadi jalur gajah melintas, yang merupakan hasil kolaborasi antara perusahaan dengan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau.

Dia menuturkan pembangunan Perlintasan Gajah ini dilakukan karena daerah tersebut merupakan daerah jelajah gajah, di mana nantinya setelah rampung, perlintasan tersebut akan dinaturalisasi, dikembalikan seperti semula, dengan ditanami tanaman yang disukai oleh gajah.

Diresmikannya Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) Ruas Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung sepanjang 189 km, menambah panjang daftar ruas Tol Trans Sumatera yang beroperasi. Menyambung dari ruas Tol Bakauheni-Terbanggi Besar dengan Panjang 140 km, Lampung hingga Kayu Agung, Palembang kini dapat ditempuh dalam waktu rata-rata 4-5 jam saja.

Tidak hanya fokus pembangunan konstruksi di selatan Pulau Andalas, Sumatera, PT Hutama Karya juga terus membangun ruas-ruas prioritas lainnya, sehingga nantinya pada 2024, Lampung hingga Aceh sepanjang 2.765km yang terdiri dari 24 ruas dapat tersambung dan beroperasi dengan penuh.