Bina Marga: Jalan nasional dari BIL ke Mandalika dalam kondisi mantap

·Bacaan 2 menit

Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengungkapkan kondisi jalan-jalan nasional dari Bandara Internasional Lombok (BIL) menuju Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Mandalika dalam kondisi mantap.

"Jalan-jalan nasional dari Bandara Internasional Lombok menuju Kawasan KSPN Mandalika antara lain ruas jalan Tanak Awu-Sengkol (sepanjang 5,03 km) dan Sengkol-Kuta (sepanjang 10,79 km) telah terbangun 2 lajur dan memiliki lebar standar serta dalam kondisi mantap," ujar Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR Hedy Rahadian kepada Antara di Jakarta, Jumat.

Menurut Dirjen Bina Marga, sebagian jalan Sengkol-Kuta pada akhir ruas yang berada di Kawasan KSPN Mandalika telah terbangun 4 lajur.

Jalan nasional ruas Tanak Awu - Sengkol dan Sengkol - Kuta merupakan dua jalan nasional yang menghubungkan Bandara Internasional Lombok dengan KSPN Mandalika.

Untuk mendukung geliat sektor pariwisata pasca-pandemi COVID-19, Kementerian PUPR terus mempercepat penyelesaian pembangunan infrastruktur untuk mendukung pengembangan Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP), salah satunya Kawasan Mandalika di Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Baca juga: Target konstruksi Bypass BIL-Mandalika selesai September 2021

Infrastruktur DPSP yang dibangun Kementerian PUPR mencakup konektivitas, sumber daya air, permukiman, dan perumahan. Dalam pelaksanaannya, kegiatan di 5 DPSP dilaksanakan sesuai protokol kesehatan pencegahan penyebaran COVID-19, seperti menjaga jarak fisik, menggunakan masker, dan menghindari kerumunan.

Sebelumnya Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR mengungkapkan pembangunan jalan bypass Bandara Internasional Lombok - Kawasan Pariwisata Mandalika masih mengacu pada arahan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono yang ditargetkan selesai pada September 2021.

Pembangunan jalan tersebut akan mengurangi waktu tempuh Bandara Internasional Lombok-Mandalika dari semula sekitar setengah jam lewat jalan lama, menjadi 15 menit. Kondisi jalan yang lama (eksisting) memutar sepanjang 23 km dan lebarnya hanya 7 meter sehingga dianggap masih kurang cukup.

Pembangunan jalan bypass itu bersumber dari APBN 2020-2021 sekitar Rp814 miliar. Untuk meningkatkan kelancaran lalu lintas juga dilengkapi overpass di 11 lokasi, 2 jembatan, dan 3 jembatan penyeberangan orang.

Secara layout, menurut Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, jalan bypass Bandara Internasional Lombok-Mandalika sudah bagus dengan lebar 50 meter, 4 lajur yang dilengkapi trotoar dan median. Di beberapa titik juga dilengkapi jembatan, overpass, dan jembatan penyeberangan orang untuk memfasilitasi permukiman di sekitar.

Baca juga: Konstruksi lintasan sirkuit MotoGP Mandalika capai 78,6 persen

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel