Bintang-bintang Hollywood mengenakan piyama saat Emmy 'virtual' era pandemi

·Bacaan 3 menit

Los Angeles (AFP) - Bintang-bintang televisi memilih piyama favorit mereka menjelang Emmy terlanda pandemi yang tercipta kembali pada Minggu, yang akan membuat para nomine menerima anugerahnya langsung dari rumah mereka dengan satir superhero "Watchmen" diperkirakan akan mendominasi malam anugerah itu.

Acara penghargaan besar pertama Hollywood pada era Covid akan terlihat sangat berbeda dari edisi-edisi sebelumnya, tanpa karpet merah dan seorang pembawa acara mengantarkan acara ini dari teater kosong di Los Angeles yang masih terkena lockdown ketat.

Para pemenang Emmy ke-72 yang merupakan penghargaan layar kaca yang setara dengan Oscar, sudah dikirimi kamera untuk dipasang di ruang tamu, taman, dan bahkan kamar tidur mereka masing-masing.

Mereka juga didorong agar kreatif dalam menyampaikan pidato penerimaan penghargaan selain dalam memilih lokasi, yang mengartikan para produser acara pun akan mendapat sejumlah kejutan.

"Mereka tak tahu akan seperti apa, ini teka-teki," kata kolumnis penghargaan Dealine, Pete Hammond.

Jimmy Kimmel ditugaskan menjadi pembawa acara malam itu.

Pelawak larut malam itu sudah mulai menyajikan acara bincang-bincang sendiri dari rumah beberapa bulan lalu, dan pernah membawakan acara Oscar 2017 yang terkenal kejam setelah menciptakan kekacauan karena salah mengumumkan pemenang kategori film terbaik.

"Para produser eksekutif setidaknya tampak siap sekali menghadapi segala hal dan yang lebih penting semuanya berjalan salah," kata Libby Hall, editor penghargaan pertelevisian IndieWire.

Sedangkan untuk penghargaan itu sendiri, "Watchmen" memimpin dengan 26 nominasi, terutama dalam kategori-kategori serial terbatas.

Spin-off novel mengerikan mengenai kekinian yang mendapat sambutan hangat dari kritikus dan penonton itu membahas sejarah rasisme AS, kekerasan polisi dan bahkan pemakaian masker.

"'Watchmen' mengisahkan momen di mana kita hidup saat ini dengan begitu spesifik dalam banyak cara yang belum pernah terjadi sebelumnya," kata Hill.

"Saya rasa orang-orang mungkin akan bosan mendengar nama Watchmen dipanggil ... ini lebih menyerupai gembok yang kita miliki saat ini."

Kategori bergengsi serial drama tahun ini menjanjikan persaingan lebih ketat daripada edisi-edisi belakangan -"Game of Thrones" yang tayang di HBO dan memecahkan anugerah Emmy itu akhirnya menunggangi naga terbang dan terbang melambung tinggi ke Westeros (selesai masa tayangnya).

"Sungguh melegakan bagi HBO bahwa mereka memiliki 'Succession' yang hit pada saat yang tepat," kata Hammond.

Potret kelam mengenai perselisihan keluarga ala Rupert Murdoch yang sangat berkuasa dalam mengendalikan sebuah dinasti kerajaan media itu memperoleh 18 nominasi.

Itu sama dengan "Ozark", kisah kriminal berlatar jantung Amerika yang dibintangi Jason Bateman dan tayang di Netflix, yang meskipun tahun ini mencatat rekor 160 nominasi masih sangat ingin memenangkan Emmy untuk serial besar pertamanya.

Para kuda hitam termasuk saga bangsawan Inggris "The Crown" dan serial live-action Star Wars "The Mandalorian" yang mengagungkan nilai produksi mewah ala Thrones dan telah memenangkan banyak Emmy dalam kategori-kategori teknis bagi pendatang baru Disney+.

Dalam perlombaan mendapatkan anugerah bidang komedi, pemenang sebelumnya "The Marvelous Mrs Maisel" -kisah unik dari Amazon mengenai seorang ibu rumah tangga tahun 1950-an yang menjadi komika standup- akan bertarung melawan "Schitt's Creek" yang menceritakan keluarga kaya raya yang jatuh miskin.

Yang belakangan itu, sebuah komedi Kanada tentang keluarga kaya raya yang dipaksa tinggal di sebuah motel kumuh, gagal mendapatkan satu nominasi dalam empat tahun pertama, namun mendapat perhatian besar setelah ditayangkan di Netflix dan diakhiri dengan musim terakhir yang mengharukan.

Para pemilih Emmy "tahu ini kesempatan terakhir bagi acara itu ... itu yang mendapat momentum besar," kata Hammond.

Dari sekitar 100 nominasi akting dalam kategori drama, komedi, serial terbatas dan film televisi tahun ini, lebih dari sepertiganya jatuh ke tangan aktor-aktor kulit hitam yang merupakan rekor baru.

Selain penghargaan itu sendiri, malam itu juga akan menghormati pencapaian karir Tyler Perry.

Mogul hiburan Afrika-Amerika ini sudah memperjuangkan keragaman yang lebih luas di Hollywood dan tahun ini membayari biaya pemakaman sejumlah warga kulit hitam yang menjadi korban kekerasan polisi termasuk George Floyd.

Tema penanggulangan rasisme diperkirakan menonjol sepanjang malam nanti.

Banyak bintang Hollywood yang terkenal liberal cenderung mewaspadai upaya terpilih kembali Presiden Donald Trump - dan mengungkapkan kesedihan atas kematian Hakim Agung AS Ruth Bader Ginsburg.

Dan tentu saja pandemi itu sendiri yang harus diatasi.

"Sekalipun Minggu malam benar-benar bencana, paling tidak akan menjadi bencana yang menarik," kata Hill.

"Dan hanya itu yang bisa Anda minta pada 2020."

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel