Bintang hiburan penuhi pagelaran busana terakhir Gaultier di Paris

Paris (Reuters) - Jean Paul Gaultier mengucapkan salam perpisahan pada catwalk pada Rabu dengan gayanya yang tidak biasa, ketika para model melakukan pertunjukan, seorang aktris melenggang di catwalk sambil merokok dan penyanyi Boy George ambil bagian dalam urutan upacara laiknya pemakaman.

Perancang Prancis yang ramah, yang telah lama menumbuhkan citra sebagai "anak nakal" dari dunia mode, mengumumkan pekan lalu bahwa penampilan catwalk itu akan menjadi yang terakhir setelah 50 tahun dalam bisnis tersebut.

Desainer berusia 67 tahun itu membawa humornya yang unik dan gelap ke pertunjukan itu, juga kreasi anehnya, dari gaun pengantin futuristik yang dikenakan oleh model Karlie Kloss hingga hiasan kepala berlapis opium yang dipentaskan oleh aktris Spanyol Rossy de Palma.

Lusinan model pria dan wanita - termasuk bintang burlesque Dita Von Teese dan ratu transgender Violet Chachki - ambil bagian dalam acara ekstravaganza di Teater Châtelet di Paris.

Banyak yang memamerkan desain Gaultier yang terkenal, mulai dari bustier ciri khasnya yang dirancang untuk pertunjukan panggung penyanyi Madonna tahun 1990, hingga gaun kemeja yang menunjukkan ilusi optik dan motif pelaut bergaris Breton.

Gaultier belum merinci rencananya. Pada Rabu dia hanya mengatakan bahwa dia akan terus bekerja dengan cara tertentu di dunia mode, tetapi tidak lagi dengan batasan yang sama, seperti menggelar pertunjukan catwalk biasa, dan dengan fokus pada proyek-proyek yang menyenangkan.


'HANYA SATU GAULTIER'

"Saya terlalu tua untuk merevolusi sistem," kata Gaultier kepada wartawan, seraya menambahkan bahwa industri sekarang menjadi rumah bagi hampir terlalu banyak label.

Merek miliknya, bagian dari keluarga mode Spanyol dan grup wewangian Puig, akan melanjutkan dengan konsep baru, kata Gaultier, tanpa menjelaskan lebih lanjut.

Mentor desainer Gaultier, Pierre Cardin, 97, berada di antara para tamu di venue tersebut, di mana panggung teater diubah menjadi catwalk, sementara rekan-rekannya seperti desainer pakaian wanita Louis Vuitton, Nicolas Ghesquiere juga tampak di antara yang hadir.

"Hanya ada satu Jean Paul Gaultier," kata model Laetitia Casta menjelang pertunjukan. Casta, yang mengenakan pakaian vintage denim biru Gaultier, ditemukan pada usia 15 tahun oleh desainer itu di sebuah casting di mana dia mengatakan dia berbaur dengan punk.

"Dia adalah salah satu yang pertama keluar ke jalan untuk menemukan orang," katanya.

Acara ini dimulai dengan adegan funereal (permainan kata antara pemakanan dan nyata) dan para penari balet yang menari, dengan Boy George menyanyikan "Back to Black", lagu yang dipopulerkan oleh mendiang penyanyi Amy Winehouse.

Hal menarik lain dari pertunjukan itu adalah model Coco Rocha yang menari di sekeliling panggung dalam alunan musik Irlandia yang bercampur hip-hop.


JANGAN DIBAKAR, DAUR ULANG

Gaultier membuat namanya sebagai salah satu talenta muda paling cerdas dalam mode Prancis selama awal 1980-an, mengguncang gaya lama dengan desain liar yang diambil dari budaya jalanan, punk dan adegan klub gay.

Setelah mulai pada usia 18 tahun dengan magang pada Cardin, ia kemudian bekerja sebagai desainer untuk Hermes. Dia mempresentasikan koleksi individu pertamanya pada tahun 1976.

Dalam beberapa tahun terakhir, ia mengeluarkan koleksi pakaian siap pakai, dengan fokus pada koleksi adi busana dua kali setahun - pakaian buatan tangan eksklusif yang masing-masing biasanya dijual kepada satu klien kaya.

Puig belum melaporkan pendapatan untuk 2019 dan tidak merinci kinerja mereknya. Pada 2018, pendapatannya naik 5% dengan nilai tukar konstan menjadi 1,9 miliar euro ($ 2,11 miliar).

Gaultier, yang mempresentasikan rok pria yang terbuat dari tali yang diayam pada Rabu, mengatakan pertunjukannya yang penuh kesenangan juga memiliki pesan yang lebih serius, pada saat banyak ndustri fashion sedang berusaha membuktikan kepedulian lingkungan mereka.

"Jangan membakar pakaian, daur ulang," katanya.