Bio Farma Bakal Bangun Pabrik Canggih, Bisa Produksi Obat Standar Internasional

Merdeka.com - Merdeka.com - Holding BUMN Farmasi, PT Bio Farma berencana membangun pabrik baru dengan standar internasional di Karawang, Jawa Barat. Pabrik ini rencananya akan berdiri di atas lahan seluas 2,7 hektare.

Direktur Utama Bio Farma, Honesti Basyir mengungkapkan, pembangunan pabrik ini menjadi salah satu rencana holding untuk membidik peluang ekspor. Salah satunya soal produk-produk obat-obatan.

Nantinya, pabrik ini akan memproduksi obat dengan standar internasional sesuai dengan Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat. Sehingga, kualitas produknya bisa digunakan di seluruh dunia.

"Tahun ini kita akan bangun satu fasilitas produksi untuk bio teknologi, dan ini nanti kita akan bangun dengan standar tertinggi dari produk-produk farmasi dan teknologi. Kita akan comply dengan US FDA standard, sehingga produk-produk kita tak hanya mampu memsuplai kebutuhan Indonesia tapi kita juga miliki peluang besar untuk eksportasi ke depannya," ujar dia dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VI DPR RI, Selasa (24/1).

Dia kembali menegaskan bahwa pabrik ini akan berdiri di lahan seluas 2,7 hektare di Karawang, Jawa Barat. Fokusnya adalah pengembangan bioteknologi yang mulai dilirik oleh perusahaan farmasi baru-baru ini.

Honesti melihat adanya peluang bagi Bio Farma untuk masuk ke sektor tersebut. Oleh karena itu, pembangunan pabrik ini digadang jadi satu batu loncatan.

"Di mana semua produk-produk ke depan bio similar untuk kanker serviks, segala macam itu nanti bisa di develop sendiri dan kita akan bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan besar farmasi yang mereka mau memberikan transfer teknologi ke kita sehingga kita bisa melakukan shortcut process untuk RND (research and development) karena kita sangat ketinggalan disana," paparnya.

Rampung 2026

Pabrik canggih ini ditargetkan akan rampung pada 2026 mendatang, dengan proses tender dibuka triwulan I 2023. Lamanya pengerjaan ini mengingat spesifikasi pabrik yang akan dibangun ke depan.

"Ini proses RFT, proses tendernya di triwulan 1, dan mungkin akan dimulai ground breaking-nya di triwulan 2, target penyelesiaan 2026, karena memang pabrik seperti ini butuh 2 tahun, teknologinya, standardisasinya karena standar USA FDA standar jadi lebih complicated," tuturnya.

"Kita cari produk yang standarnya lebih tinggi sehingga nanti bisa masuk ke pasar manapun yang ada di dunia, karena itu peluangnya sangat besar. Bisa kami sampaikan tidak terlalu banyak perusahaan yang bisa masuk ke biotech sekarang," tutupnya.

Reporter: Arief Rahman Hakim

Sumber: Liputan6.com [idr]