Bio Farma Beri Pelayanan Kesehatan Khusus Menteri dan Delegasi di Presidensi G20

Merdeka.com - Merdeka.com - PT Bio Farma bakal melayani aspek kesehatan di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali 15-16 November 2022 mendatang. Khususnya sebagai pelayanan kesehatan tingkat dua, atau setingkat menteri dan delegasi.

Direktur Transformasi dan Digital PT Bio Farma (Persero), Soleh Ayubi menjelaskan, bagian itu diambil sebagai antisipasi kepada para delegasi. Sementara, lapis pertama atau tingkat kepala negara biasanya dicakup oleh tim kesehatan khusus.

Dalam pelaksanaannya, Bio Farma turut juga menyiapkan dari sisi apotek klinik, hingga rumah sakit. Baik yang dimiliki oleh Kimia Farma ataupun yang dimiliki Indonesia Healthcare Corporation (IHC).

"Peran BioFarma pada saat pelaksanaan G20 itu kami menjadi bagian kesiapan kesehatan bersama dengan apotek, klinik, rumah sakit yang dimiliki oleh BUMN baik Kimia Farma maupun IHC itu kami disiapkan untuk melayani kebutuhan kesehatan," kata dia dalam Ngopi BUMN di Kementerian BUMN, Selasa (8/11).

Dia menerangkan, fungsinya sebagai tim kesehatan di lapis kedua. Termasuk juga dalam menangani keperluan pelayanan bagi kelompok di luar pimpinan negara.

"Tapi kami biasanya dilayer ke dua, layer pertamanya masing-masing tim kepresidenan kan ada sendiri. Kami men-support di layer kedua. Sama yang untuk non countries leader," paparnya.

Transisi Energi

Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali bakal membahas soal kampanye transisi energi sebagai solusi menghadapi perubahan iklim. Transisi energi salah satunya dihadirkan dalam bentuk penggunaan kendaraan listrik. Kementerian BUMN melalui berbagai perusahaan pelat merah turut andil dalam hal transisi energi.

Tenaga Ahli Menteri BUMN Bidang Global Value Chain, Reynaldi Istanto mengungkap, dukungan BUMN kepada transisi energi bukan teori semata. Namun bisa diwujudkan dengan berbagai upaya yang dilakukan.

"Di sini untuk mendukung transisi energi kita bukan hanya sekadar teori, jadi memang untuk energi transisi ini di kTT G20 langsung medorong bagaimana ekosistem dari pada EV, mobil listrik, bus listrik dan motor listrik," kata dia dalam Ngopi BUMN di Kementerian BUMN, Selasa (8/11).

Dia menyebut, pemerintah telah melakukan kerja sama dengan produsen mobil listrik seperti Toyota, Wuling, dan Hyundai dalam menyediakan armada. Total ada 962 mobil listrik yang akan digunakan di KTT G20 di Bali.

"Nah tentu kita di BUMN di mana perannya? Di sinilah BUMN melalui PLN dan juga Pertamina Patra Niaga juga mendukung dari pengembangan SPKLU-nya atau charging stationnya," terangnya.

Di sisi stasiun pengisian baterai itu, BUMN telah menyediakan sebanyak 300 stasiun pengisian di Bali. Rinciannya, 68 unit merupakan ultra fast charging, 21 unit fast charging, 200 home charging, dan 11 bus charging.

"Kami juga mendukung untuk bus listrik. INKA memproduksi bus listirk pertama kali di KTT G20 ini juga mendukung 24 unit bus listrik ukuran 8 meter, ini juga momentum showcasing produk BUMN bisa ke arah energi terbarukan," ungkapnya.

Dukungan Lainnya

Di sisi lain, Ketua PMO G20 ini juga menyebut ada dukungan untuk motor listrik dari Gesits bekerja sama dengan Gojek. Ini dengan menyediakan sekitar 66 motor listrik yang juga dipamerkan di ajang KTT G20.

"Jadi inilah upaya kita untuk mendorong transisi energi di KTT G20, ini merupakan showcasing kita untuk energi transisi," paparnya.

Kemudian, dari sisi infrastruktur dasar, ada upaya PLN yang merelokasi PLTG Grati ke Bali sebesar 100 MW. Ada juga Telkom Indonesia yang menyiapkan keandalan jaringan koneksi di lokasi utama KTT G20, termasuk jaringan 5G di 128 titik.

"Angkasa Pura I, ini jadi pintu masuk KTT G20, di sini inikan banyak pertama paling petrama delegasi turun itu kan airportnya. Kami juga melakukan revitalisais besar di angkasa pura, beautifikasi di terminal internasional, di VIP, dan juga VVIP. Serta doemestik juga kami perhatikan dengan melakukan perbaikan-perbaikan," ujarnya.

Reporter: Arief Rahman Hakim

Sumber: Liputan6.com [idr]