Bio Farma: Pfizer-BioNTech Minta Bebas Tuntutan Hukum Jika Vaksin Covid-19 Bermasalah

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Direktur Utama PT Bio Farma (Persero) Honesti Basyir mengatakan, sampai saat ini Bio Farma masih dalam proses negosiasi dengan Pfizer-BioNTech terkait pengadaan vaksin Covid-19. Pihak Pfizer disebut menginginkan sebuah perjanjian dengan pemerintah terkait program vaksinasi.

Pihak Pfizer disebut ingin diberikan kebebasan dari tuntutan hukum terkait program vaksinasi jika nanti bermasalah.

"Dengan Pfizer-BioNTech ini masih proses finalisasi negosiasi, karena mereka ingin ada kesepakatan antara Pfizer global dengan pemerintah. Mereka ingin kebebasan atau dilepaskan dari klaim tuntutan hukum jika ada masalah dalam program vaksinasi," jelas Honesti dalam Raker Komisi IX DPR RI dengan Menteri Kesehatan RI, BPOM, dan Bio Farma pada Selasa (12/1/2021).

Oleh sebab itu, kata Honesti, saat ini kesepakatan dengan Pfizer-BiNTech masih terus didiskusikan.

"Ini juga sedang didiskusikan karena kita tidak mau hanya dapat cek kosong saja. Kita lihat nanti bagaimana klausal ini dinegosiasikan dgn Pfizer dan BioNTech," jelasnya.

Selain vaksin dari Sinovac dan buatan Bio Farma, Indonesia berencana menggunakan beberapa jenis vaksin lain dari luar negeri. Salah satunya dengan Pfizer. Vaksin Bio Farma akan diproduksi dengan bahan baku dari Sinovac.

Program vaksinasi dengan vaksin Sinovac akan dimulai pada Rabu, 13 Januari 2021. Presiden Joko Widodo (Widodo) akan menjadi yang pertama mendapatkan vaksin.

Bio Farma Mulai Produksi Vaksin Covid-19 pada 14 Januari 2021

Pekerja memproduksi vaksin COVID-19 di perusahaan Bio Farma, Bandung, Jawa Barat, 12 Agustus 2020. Pemerintah melalui Bio Farma berupaya untuk memenuhi kebutuhan domestik dengan mempersiapkan sebanyak 15 juta bulk vaksin COVID-19 untuk tahap pertama. (BAY ISMOYO/AFP)
Pekerja memproduksi vaksin COVID-19 di perusahaan Bio Farma, Bandung, Jawa Barat, 12 Agustus 2020. Pemerintah melalui Bio Farma berupaya untuk memenuhi kebutuhan domestik dengan mempersiapkan sebanyak 15 juta bulk vaksin COVID-19 untuk tahap pertama. (BAY ISMOYO/AFP)

Sebelumnya, PT Bio Farma (Persero) akan mulai memproduksi vaksin Covid-19 pada 14 Januari 2021. Pengiriman pertama bahan baku berjumlah 15 juta dosis sudah tiba di Indonesia pada Selasa (12/1/2021) pukul Rp 12.00 WIB.

"Bahan baku yang akan datang akan dikirim ke Bandung, di proses produksi Bio Farma. Proses produksi akan dimulai pada Kamis, 14 Januari 2021 dan akan mulai didistribusikan pada Februari," kata Direktur Utama Bio Farma, Honesti Basyir dalam Raker Komisi IX DPR RI dengan Menteri Kesehatan RI, BPOM, dan Bio Farma pada Selasa (12/1/2021).

Bio Farma mengaku memiliki kapasitas produksi vaksin Covid-19 dalam setahun sebanyak 250 juta dosis.

Honesti mengatakan, Bio Farma sudah mengamankan bahan baku total 140 juta dosis, dengan tambahan 120 juta dosis seandainya nanti masih ada kebutuhan suplai.

"Opsi tambahan ini sebanyak 120 juta sudah diamankan, mengingat kebutuhan vaksinasi yang besar untuk mencapai tujuan herd immunity," tuturnya.

Bio Farma menggunakan bahan baku vaksin Covid-19 dari Sinovac. Sementara itu, program vaksinasi nasional akan dimulai pada Rabu, 13 Januari 2021, menggunakan vaksin Sinovac.

Saksikan video pilihan berikut ini: