Bio Farma Sudah Produksi Lebih dari 10 Juta Vaksin Covid-19

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Juru Bicara Vaksinasi PT Bio Farma (Persero), Bambang Heriyanto, mengungkapkan pihaknya telah memproduksi 11 batch vaksin Covid-19 dari total target 13 batch.

Dalam satu batch ada sekitar 950 ribu dosis, tapi diharapkan dari total 13 batch ini nanti bisa menghasilkan 13 juta dosis pada 11 Februari 2021.

Total 13 batch yang akan diproduksi ini merupakan bahan baku (bulk) gelombang pertama yang diterima oleh Bio Farma pada Januari 2021. Bio Farma pada 12 Januari 2021 telah menerima bahan baku sebanyak 15 juta dosis dengan tambahan overfill 1,5 juta.

Jika menggunakan hitungan satu batch terdiri dari 950 ribu vaksin, maka Bio Farma saat ini sudah memproduksi 10,4 juta dosis.

"Update terakhir sampai tanggal 8 Februari 2021, sudah ada 11 batch diproduksi. Tiga batch sudah dilakukan uji dan memenuhi syarat dari BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan)," ungkap Bambang dalam diskusi daring Vaksinasi Kian Meniti, Indonesia Bebas Pandemi, pada Selasa (9/2/2021).

Kendati demikian, vaksin Bio Farma ini masih menunggu persetujuan penggunaan dari BPOM, sebelum akhirnya bisa digunakan oleh masyarakat.

Sementara proses produksi bahan baku yang datang pada 2 Februari 2021, akan dimulai pada 14 Februari 2021 dan diharapkan selesai pada 20 Maret 2021. Waktu produksi yang cukup lama ini disebabkan keterbatasan fasilitas produksi.

"Ini menunggu dulu, bergiliran karena kita baru menggunakan satu fasilitas produksi," tutur Bambang.

Indonesia pada awal Februari ini mendapatkan kiriman 10 juta bahan baku vaksin ditambah satu juta overfill dari Sinovac. Sehingga total ada 11 juta dosis bahan baku untuk pembuatan vaksin Covid-19 yang diterima.

Erick Thohir: Kuartal IV 2022 Kita Sudah Punya Vaksin Merah Putih Sendiri

Ilustrasi Foto Vaksin (iStockphoto)
Ilustrasi Foto Vaksin (iStockphoto)

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan ada 3 hal yang menjadi fokus di Kementerian BUMN dalam penanganan pandemi covid-19 di Indonesia. Salah satunya menargetkan Vaksin Merah Putih bisa digunakan pada kuartal IV tahun 2022.

“Ada 3 hal yang akan difokuskan di Kementerian BUMN, pertama, kita terus menjelankan tugas dari Kemenkes dalam mendukung pengadaan vaksinasi atau mendukung vaksinasi yang dilakukan Kementerian Kesehatan,” katanya dalam acara launching program Plasma BUMN untuk Indonesia, Senin (8/2/2021).

Fokus kedua, pihaknya akan terus bekerjasama dengan Kemenristek dan Kementerian Kesehatan dalam penemuan vaksin Merah Putih. Di mana Kementerian BUMN melalui Bio farma sudah melakukan kerjasama dengan 7 institusi salah satunya Lembaga Eijkman dan 6 Universitas.

“Alhamdulillah dari penjajakan atau kerjasama yang kita lakukan, ada tanda-tanda dua penemuan bisa dilakukan akhir tahun ini,” ujarnya.

“Sehingga kalau memang daripada vaksinnya sudah diterima di Bio Farma, Di kuartal I 2022 kita lakukan uji klinis, semoga juga nanti diuji klinis terakhir di kuartal III 2022, sehingga di kuartal IV 2022 bisa punya vaksin merah putih sendiri,” jelasnya.

Selanjutnya, fokus ketiga yakni, Kementerian BUMN tetap mendorong kerjasama dengan banyak institusi yang ada di Indonesia mengenai protokol kesehatan 3M dan 3T.

“Kami coba mendukung juga kegiatan PPKM mikro dengan 2 hal, satu, bulog kerja sama Polri, TNI untuk membantu mendistribusikan beras saat PPKM mikro; kedua, kita mencoba mendukung pengadaan masker secara gratis kepada pihak mendagri kapolri dan panglima TNI,” pungkasnya.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: