Bio Farma Sudah Tampung 53,5 Juta Bulk Vaksin Sinovac

Raden Jihad Akbar, Adi Suparman (Bandung)
·Bacaan 1 menit

VIVA – Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Bio Farma mencatat telah menyimpan 53,5 juta bahan setengah jadi (bulk) Vaksin Sinovac dari distribusi secara bertahap sejak 13 Januari 2021. Dari jumlah tersebut, peneliti Bio Farma memprediksi akan menjadi 43 juta dosis siap suntik.

“Kami sudah mulai memproduksi dan sudah menghasilkan kurang lebih sebanyak 24 juta dosis," ujar juru bicara Bio Farma, Bambang Heriyanto, Jumat 26 Maret 2021.

Dari jumlah tersebut, lanjut Bambang, vaksin COVID-19 yang diproduksi di Bio Farma telah mendapatkan izin kegunaan dari Badam Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Baca juga: Rupiah Menguat Ditopang Optimisme Pemulihan Ekonomi

"Sudah kami distribusikan sebanyak 16,98 juta dosis ke seluruh provinsi di Indonesia," ungkapnya.

Bambang menambahkan, untuk bahan baku yang datang pada Kamis 25 Maret 2021 dijadwalkan diproduksi pada 4 April-16 April 2021.

Bui Farma mencatat, ketersediaan vaksin yang dihitung dari tahap pertama hingga tahap ketujuh dalam bentuk jadi dari Sinovac, bentuk bulk dari Sinovac maupun dari vaksin AstraZeneca dari COVAX/GAVI, berjumlah kurang lebih ada 57,6 juta dosis vaksin.

Dengan demikian, total vaksin yang tersedia di Indonesia sampai dengan saat ini berjumlah 47,1 juta dosis. Terdiri dari 3 juta dosis final product CoronaVac, 43 juta dosis vaksin COVID-19 yang diproduksi Bio Farma, dan 1.1 juta dosis final product Vaksin AstraZeneca dari Covax/GAVI.

Total vaksin keseluruhan baik dari Sinovac maupun dari AstraZeneca yang sudah terdistribusi per 25 Maret 2021 sebanyak 20,8 juta dosis. Terdiri dari 3 juta dosis vaksin CoronaVac, 16.98 juta dosis vaksin Covid-19 Bio Farma dan 830.640 dosis vaksin AstraZeneca.