Bio Farma Target 10 Juta Bulk Vaksin Disuntikkan pada Akhir Februari

Mohammad Arief Hidayat, Adi Suparman (Bandung)
·Bacaan 1 menit

VIVA – PT Bio Farma kembali menerima bahan baku vaksin COVID-19 buatan perusahaan biofarmasi asal Tiongkok, Sinovac, sebanyak 10 juta dosis dengan tambahan overfill sebanyak 1 juta dosis.

Juru Bicara Bio Farma Bambang Heriyanto menjelaskan bahan baku itu diolah dan diwajibkan melewati uji mutu laboratorium peneliti Bio Farma dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk mendapatkan izin kedaruratan.

"Yang kedatangan hari ini akan diproses 13 Februari dan diharapkan selesai 20 Maret, semua bulk ini setelah diolah menjadi produk jadi terebih dahulu harus melaui serangkaian uji mutu quality control yang ketat oleh laboratorium Bio Farma maupun BPOM untuk memastikan vaksin yang dihasilkan memenuhi standar kualitas yang ditetapkan," ujar Bambang, Selasa, 2 Februari 2021.

Baca: Dokter Sebut Vaksin COVID-19 Aman Meski Ada Efek Samping

Bahan baku ini diprediksi akan menjadi bahan jadi sebanyak 13 juta dosis. Vaksin yang diterima hari ini diproyeksikan untuk vaksinasi para tenaga medis atau profesi lain yang rentan terpapar COVID-19 seperti aparat TNI dan Polri.

Vaksin COVID-19 buatan Sinovac yang didatangkan dari China kembali tiba di Tanah Air. Pengiriman tahap keempat vaksin Sinovac tiba di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten pada Selasa, 2 Februari 2021.

"Sejumlah vaksin sudah tiba di Tanah Air kita sejak Desember lalu. Hari ini ada 10 juta vaksin ditambah 10 juta bahan baku vaksin ditambah 1 juta overfill dari Sinovac sebagai salah satu langkah konkret pemerintah hadir dalam rangka mengendalikan kesehatan masyarakat," kata Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan Oscar Primadi di Bandara.