Bio Farma Tegaskan Rp90 Ribu Harga Reagen, Bukan Keseluruhan Tarif PCR

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Bandung PT Bio Farma memberikan penjelasan bahwa harga Rp90.000 yang disebutkan oleh Direktur Utama PT Bio Farma, Honesti Basyir dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VI pada Selasa, 9 November 2021 adalah harga Reagen Kit PCR-nya saja, bukan keseluruhan tarif PCR.

Reagen Kit PCR termasuk komponen utama dalam diagnostik kit PCR tes. Reagen berupa cairan yang digunakan untuk mendukung pengujian tes PCR swab maupun alternatif gargle PCR. Biasanya ditambahkan untuk melihat reaksi kimia, salah satunya diagnosis infeksi virus Sars-CoV-2 penyebab COVID-19.

“Yang dimaksud dengan harga Rp90.000 adalah harga Reagen Test Kit PCR-nya, bukan tarif layanan PCR secara keseluruhan," tegas Honesti melalui pernyataan tertulis yang diterima Health Liputan6.com pada Rabu, 10 November 2021.

"Sehingga dalam pelayanan tes PCR, kontribusi produk Bio Farma, seperti mBioCov-19 dan BioVTM / Biosaliva, hanya berkisar antara 31 – 34 persen dari seluruh komponen pelayanan pemeriksaan PCR, sedangkan komponen lainnya di luar kendali Bio Farma."

Sebagai informasi, harga e-katalog yang masih tayang saat ini untuk Reagen Kit PCR sebesar Rp193.000 termasuk Pajak Pertambahan Nilai (PPN), yang tayang sejak Februari 2021. Kemudian, sekarang juga dalam proses pengajuan harga baru menjadi Rp89.100 termasuk PPN.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

#sudahdivaksintetap3m #vaksinmelindungikitasemua

Tarif PCR Tergantung Masing-masing Laboratorium

Petugas kesehatan beristirahat sambil menunggu warga yang akan melakukan tes usap (swab test) PCR di Jakarta, Senin (25/10/2021). Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengarahkan untuk menurunkan harga tes PCR menjadi Rp300 ribu dan masa berlaku diperpanjang 3x24 jam.  (Liputan6.com/Herman Zakharia)
Petugas kesehatan beristirahat sambil menunggu warga yang akan melakukan tes usap (swab test) PCR di Jakarta, Senin (25/10/2021). Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengarahkan untuk menurunkan harga tes PCR menjadi Rp300 ribu dan masa berlaku diperpanjang 3x24 jam. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Kebijakan dan penetapan tarif pemeriksaan PCR, lanjut Honesti Basyir, merupakan kewenangan dari Kementerian Kesehatan. Seiring dengan harga Reagen Bio Farma sebesar Rp90.000, maka harga tarif layanan PCR di Bio Farma sendiri menjadi sekitar Rp275.000.

"Namun, struktur harga ini bisa berbeda-beda, tergantung masing-masing laboratorium. Karena ada beberapa komponen lainnya yang dapat memengaruhi harga tersebut," lanjutnya.

"Misalnya, RNA kit ekstraksi, Bahan Material Habis Pakai (BMHP), Alat Pelindung Diri (APD), biaya operasional maupun layanan dari masing-masing laboratorium."

Honesti menekankan, Bio Farma sebagai Grup Holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Farmasi pun selalu mengikuti arahan harga layanan tes PCR yang sudah ditetapkan Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan.

"Kami juga mendukung upaya pemerintah dengan segera menetapkan harga layanan tes swab PCR sebesar Rp275.000 untuk Pulau Jawa dan Rp300.000 di luar Pulau Jawa," terangnya.

"Intinya, Holding BUMN Farmasi, sangat mendukung kebijakan Pemerintah dalam penetapan harga PCR. Kami akan selalu berkomitmen mendukung program pemerintah, sehingga masyarakat bisa mendapatkan pengetesan yang berkualitas dengan harga terjangkau."

Infografis Siap-Siap Pemberlakuan Tes PCR di Seluruh Moda Transportasi

Infografis Siap-Siap Pemberlakuan Tes PCR di Seluruh Moda Transportasi. (Liputan6.com/Trieyasni)
Infografis Siap-Siap Pemberlakuan Tes PCR di Seluruh Moda Transportasi. (Liputan6.com/Trieyasni)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel