Bisa Bantu Kurangi Risiko COVID-19, Ini 3 Cara Dapatkan Vitamin D

·Bacaan 2 menit

VIVA – Di masa pandemi seperti sekarang ini, daya tahan tubuh yang kuat sangat dibutuhkan untuk mencegah terinfeksi COVID-19. Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk meningkatkan imunitas adalah dengan mengonsumsi makanan yang sehat.

"Jadi yang pertama dipikirkan adalah mengonsumsi makanan yang lengkap, bernutrisi, bergizi seimbang, penuhi zat gizi makro, terutama karbohidrat, protein, lemak dan pilih yang sehat. Lalu cukupi kebutuhan zat gizi mikro, di antaranya adalah vitamin dan mineral," ujar spesialis gizi klinik, dr. Fenny Nugraha, MARS, M.Gizi, SpGK, dalam tayangan Hidup Sehat di tvOne, Kamis 22 Juli 2021.

Fenny menambahkan, isu penting saat ini untuk menjaga imunitas selama pandemi juga dapat dilakukan dengan pemenuhan kebutuhan vitamin D.

"Di mana sudah banyak penelitian ternyata pasien yang terinfeksi COVID-19 dengan kadar vitamin D yang rendah, meningkatkan risiko gejala, komplikasi dan juga risiko mortalitas atau kematian lebih tinggi," lanjut dia.

Selain itu, dipaparkan Fenny, hasil penelitian yang dilakukan di Indonesia juga telah membuktikan, pasien COVID-19 yang kekurangan vitamin D, berisiko 10 kali lebih tinggi untuk meninggal dunia.

Lebih lanjut Fenny menjelaskan, ada beberapa sumber vitamin D yang bisa kamu dapatkan. Apa saja?

"Jadi yang pertama, memang sumber vitamin D 90 persen itu dari matahari. Jadi selain konsumsi makanan yang sehat, yang kedua harus berjemur berbarengan dengan olahraga pagi, jam 9 hingga 10 pagi sekitar 5,15 menit. Areanya yang lebih banyak kedua lengan dan kedua tungkai atau punggung juga boleh," kata dia.

Kemudian sumber vitamin D yang kedua adalah, bisa didapat dari bahan makanan yang mengandung vitamin ini, meski hanya memenuhi sekitar 10 sampai dengan 15 persen dari kebutuhan tubuh.

"Tidak hanya dari ikan yang mahal, bisa dari ikan mas, ikan kembung, tongkol, kemudian sarden, itu juga tinggi vitamin D," terang dia.

Nah, untuk mengetahui apakah kita mengalami defisiensi vitamin D atau tidak, Fenny menyarankan untuk memeriksakannya. Hal ini bisa menjadi tolak ukur apakah kita perlu tambahan suplementasi vitamin D atau tidak.

"Kalau terbukti terjadi kekurangan atau defisiensi, ini boleh diperiksakan kadar vitamin D nya. Nah, ini baru boleh ditambahkan pemberian suplementasi," kata dr. Fenny Nugraha.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel