Bisa Buka Tutup Sampah, Burung-burung Kakatua Australia Hidup di Kota

·Bacaan 3 menit

Di Australia, warga harus mengeluarkan tempat sampah ke luar rumah di hari-hari tertentu, untuk kemudian diangkut oleh petugas kebersihan.

Bagi kebanyakan orang ini menjadi pekerjaan rumah yang membosankan.

Tetapi bagi burung-burung Kakatua liar, ini malah jadi waktu yang ditunggu-tunggu.

Mereka sudah mengintainya dari atas pohon.

Dalam beberapa tahun terakhir, muncul laporan tentang burung-burung liar yang suka membuka penutup tempat sampah di depan rumah warga untuk mencari makanan.

Ternyata burung-burung ini mengembangkan keterampilannya dengan cara meniru satu sama lain.

Tak heran jika perilaku burung ini dengan cepat menyebar ke wilayah perkotaan di New South Wales dengan ibu kota Sydney.

Dalam laporan hasil penelitian yang diterbitkan Jurnal Science pekan lalu disebutkan keterampilan membuka penutup tempat sampah telah memungkinkan burung Kakatua bisa bertahan hidup di perkotaan.

"Ini jadi bukti mereka memenangkan upaya bertahan hidup di wilayah perkotaan," kata Dr Richard Major dari Museum Australia, yang menulis laporan tersebut.

Aksi Kakatua membuka tempat sampah

Penelitian ini bermula ketika Dr Major melihat seekor Kakatua dengan cekatan membuka penutup tempat sampah di daerah Stanwell Park, pada tahun 2015.

Dengan kamera ponsel, dia merekam aksi burung itu mengangkat penutup tempat sampah yang berat dengan paruh dan kakinya.

Dr Major penasaran, apakah perilaku ini disebabkan oleh faktor genetika atau merupakan keterampilan yang dipelajarinya.

Dia mengirim videonya ke Lucy Aplin, yang mempelajari perilaku sosial pada hewan di Institut Perilaku Hewan Max Planck di Jerman.

Pada tahun 2018, tim peneliti ini mengadakan survei online untuk warga di pinggiran kota Sydney dan Wollongong di New South Wales.

Survei berlangsung selama dua tahun, menanyakan kepada warga apakah mereka pernah melihat Kakatua membuka tempat sampah.

Sebelum survei dilakukan, burung Kakatua yang bisa membuka tempat sampah tertutup hanya dilaporkan di tiga wilayah pinggiran kota.

Pada akhir 2019, sudah ada laporan di 44 wilayah pinggiran kota, menunjukkan cepatnya keterampilan ini menyebar di kawanan burung Kakatua.

Penulis laporan penelitian lainnya, John Martin mengatakan perilaku baru burung Kakatua liar membuka tempat sampah diperoleh setelah burung-burung kakatua ini saling mengamati dan mempelajarinya.

Temuan lainnya menunjukkan burung-burung kakatua punya cara sendiri untuk membuka penutup tempat sampah.

Ini, katanya, menunjukkan burung-burung kakatua ini kemungkinan hanya meniru perilaku burung dari daerah yang sama.

Misalnya, ada Kakatua yang memegang penutup tempat sampah dengan kakinya, sementara yang lain menggunakan paruhnya.

Sementara ada burung kakatua yang bahkan menggunakan gabungan keduanya.

Burung jantan paling jago

Tim peneliti mengamati lebih 114 ekor kakatua di daerah Stanwell Park, mencatat jenis kelamin, berat badan, dan dominasi sosial mereka.

Ditemukan hanya sembilan ekor burung yang berhasil membuka tempat sampah, sedangkan 27 ekor lainnya gagal.

Sebagian besar yang berhasil ini adalah jantan dominan, yang badannya lebih besar dan lebih kuat.

Burung lainnya hanya berkeliaran dan menyaksikan aksi burung jantan.

"Seekor burung akan memecahkan teka-teki, dan karena burung lain menyaksikannya, mereka akan menirunya. Begitulah perilaku ini menyebar," jelas Dr Martin.

Bisa jadi hanya keisengan kakatua

Profesor Gisela Kaplan, peneliti perilaku burung dari University of New England, mengatakan penyebaran perilaku membuka tempat sampah ini mungkin menarik, tapi tidak jelas apakah motivasi Kakatua ini hanya untuk mencari makanan.

"Banyak penjelasan untuk itu," kata Prof. Kaplan, yang tidak terlibat dalam penelitian.

"Bisa jadi hanya bentuk keisengan atau sekadar rasa ingin tahu," katanya.

Dia menambahkan spesies burung lain juga diketahui melakukan perilaku yang tidak memiliki manfaat yang jelas.

Misalnya, ada jenis burung di Inggris yang mengembangkan kemampuan membuka tutup botol susu.

Seorang warga di Sydney, Suzie Roessel, mengatakan banyak burung Kakatua datang ke halaman rumahnya, namun dia belum melihat ada yang membuka tempat sampah.

"Saya bahkan memberi nama untuk 40 atau 50 ekor dari mereka. Kami nongkrong setiap hari," katanya.

"Saya melihat mereka belajar satu sama lain. Ada yang saya latih untuk bertengger di lengan saya," katanya.

"Burung lain yang baru datang lebih cepat berlatih setelah melihat apa yang dilakukan burung sebelumnya," ujar Suzie.

Diproduksi oleh Farid M. Ibrahim dari artikel ABC News.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel