Bisikan Gaib, Enam Bocah Diperkosa  

TEMPO.CO, Nganjuk - Kepolisian Resor Blitar menyelidiki kasus kejahatan aneh. Seorang pemuda menculik dan memperkosa enam gadis di bawah umur dengan alasan mengikuti bisikan gaib.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Nganjuk, Ajun Komisaris Anton Prasetyo, mengatakan pelaku adalah Adi Prasetyo, 40 tahun, warga Desa Gejakan, Kecamatan Loceret, Nganjuk. Ia diketahui melakukan serangkaian perkosaan terhadap anak-anak usia 8-12 tahun selama September-November 2012.

»Dia mengambil anak-anak dari dalam rumah dan memperkosanya di sekitar lokasi,” kata Anton, Rabu 16 Januari 2013. Beberapa korban bahkan diambil dengan cara digendong saat tengah tidur bersama orang tuanya. Selain memperkosa korban, pelaku juga melakukan aksi pencurian.

Polisi mengalami kesulitan melakukan penyelidikan karena seluruh korban tidak mengenal pelaku. Berbeda dengan kasus perkosaan anak lainnya yang biasanya dilakukan orang sekitar korban.

Anton menambahkan tersangka berhasil ditangkap di tempat persembunyiannya di Ngawi setelah menjadi buron kasus pencurian telepon genggam. Awalnya polisi menduga tersangka hanya pencuri biasa tapi setelah diselidiki diketahui kalau dia juga memperkosa anak-anak di enam lokasi berbeda di Nganjuk.

Dalam reskonstruksi diketahui tersangka melakukan aksi bejatnya di Desa Gejakan, Kecamatan Loceret, Desa Buduran, Kecamatan Bagor, Desa Kedongdong, Kecamatan Bagor, Kelurahan Bogo, Kecamatan Kota Nganjuk, Desa Begadung, Kecamatan Kota Nganjuk, serta Desa Ngudikan Kecamatan Wilangan.

Polisi menduga tersangka mengalami kelainan kejiwaan.

HARI TRI WASONO

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.