Bisnis Arena Bermain Anak Makin Diminati

  • Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    Tempo
    Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan menyayangkan penolakan Istana atas akuisisi Bank Tabungan Negara (BTN) oleh Bank Mandiri. "Sayang sekali sebenarnya. Momentum yang sangat baik tidak bisa kita manfaatkan," kata Dahlan kepada wartawan melalui pesan pendek pada Rabu, 23 April 2014. …

  • Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    Merdeka.com
    Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    MERDEKA.COM. Kemarin, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melalui Sekretaris Kabinet (Setkab) Dipo Alam meminta Menteri BUMN Dahlan Iskan menunda rencana privatisasi PT. Bank Tabungan Negara (BBTN). …

  • Dahlan beberkan kekecewaannya saat SBY tak restui BTN diakuisisi

    Dahlan beberkan kekecewaannya saat SBY tak restui BTN diakuisisi

    Merdeka.com
    Dahlan beberkan kekecewaannya saat SBY tak restui BTN diakuisisi

    MERDEKA.COM. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta agar rencana akuisisi lebih dari 60 persen saham pemerintah di Bank Tabungan Negara (BTN) oleh Bank Mandiri ditunda. Soalnya, wacana itu dinilai sudah meresahkan masyarakat. …

Jakarta (ANTARA) - Bisnis arena bermain anak yang terintegrasi dengan kafe untuk orang tua makin diminati para pengusaha di kota-kota besar, di tengah makin sempitnya lahan bermain dan minimnya waktu luang orang tua untuk menemani bermain anak mereka.

"Lahan tempat bermain bagi anak-anak di kota besar pada umumnya makin sempit, sehingga tidak mengherankan bila akhir-akhir ini bisnis tempat bermain anak terus berkembang," kata Direktur Master Franchise, Lanny Kwandy dalam keterangan persnya yang diterima ANTARA di Jakarta, Rabu.

Melihat peluang tersebut, salah satu pewaralaba dari Selandia Baru mengembangkan gerai bisnis area bermain "Chipmunks Playland & Cafe" di Indonesia.


Saat ini, kata Lanny, gerai waralaba arena bermain itu telah mencapai tujuh lokasi antara lain di Surabaya (Jawa Timur), Banjarmasin (Kalimantan Selatan), Bekasi (Jawa Barat), Serpong (Tangerang, Banten), dan terakhir meresmikan gerai ke-7 di Kota Casablanca, Jakarta, akhir pekan lalu (14/10).


"Bisnis area bermain ini akan booming, karena selain populasi di Indonesia sangat besar, warga mudanya juga banyak, di samping hiburan untuk keluarga juga masih sangat minim," ujarnya.

Waralaba arena bermain anak dari Selandia baru itu, lanjut Lanny, juga dilengkapi fasilitas kafe untuk orang tua, sehingga arena bermain itu bisa dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan seperti ulang tahun, seminar, dan lain-lain, karena kapasitas arena mencapai 2300 orang.

Menurut dia, investasi untuk membangun satu gerai bisa mencapai miliaran rupiah. Ia mencontohkan investasi gerai di Bekasi mencapai tujuh miliar rupiah. "Calon waralaba yang mau bergabung, bisa menghabiskan dana mulai dari Rp5-7 milyar," katanya.

Selain itu juga ada "royality franchise" sebesar 50 ribu dolar AS untuk masa 5-10 tahun. Ia yakin dalam waktu tiga tahunan pelaku bisnis ini sudah akan balik modal (break event point). (tp)



Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...