Bisnis Berbasis Teknologi Jadi Peluang untuk Kaum Ini

Yunisa Herawati, Novina Putri Bestari
·Bacaan 1 menit

VIVA – Pandemi membuat banyak industri terganggu kinerjanya. Bahkan, ada beberapa yang tidak kuat dan harus gulung tikar.

Adanya pembatasan sosial berskala besar membuat banyak orang menjalankan aktivitas mereka secara online. Jika sebuah bisnis tidak bisa beradaptasi dengan cepat, maka usaha mereka tidak akan terlihat di dunia maya.

Era Industri 4.0 yang dipicu oleh perkembangan teknologi, menawarkan banyak peluang baru. Namun, agar dapat merebut peluang tersebut dituntut bukan hanya bisa menguasai teknologi, tetapi juga harus mampu cepat beradaptasi.

Hal itu diungkapkan oleh Rektor President University, Prof Dr Jony Oktavian Haryanto dalam upacara wisuda ke-15 yang diadakan secara daring pada hari ini, Minggu 25 Oktober 2020. Menurutnya, di tengah pandemi justru banyak bisnis baru yang bermunculan, yang bahkan bisa dikelola hanya dengan gawai.

Baca juga: Antrean Mengular di Toko Apple

“Saya optimis, bisnis-bisnis baru para wisudawan akan memberikan dampak nyata. Bukan hanya membantu masyarakat untuk bertahan di era pandemi, tetapi juga menciptakan dunia yang lebih baik dan penuh harapan,” ujarnya melalui keterangan resmi.

Untuk meningkatkan serapan lulusan di pasar tenaga kerja, President University menjalin kerja sama dengan banyak perusahaan dari berbagai bidang industri. Demikian pula dengan universitas di luar negeri, salah satunya University of Glasgow di Inggris.

“Berkat magang, banyak mahasiswa yang sudah mendapat tawaran pekerjaan, meski mereka belum lulus kuliah,” tuturnya.

Adaptasi tidak hanya dilakukan pada ilmu saja, namun juga hubungan dengan sesama alumni dan jaringan. Termasuk, sesama lulusan yang berasal dari negara lain.

“Berjejaring dan membina persahabatan itu sangat penting bagi karier Anda. Baik yang berkarier sebagai profesional, pengusaha, termasuk bagi mereka yang terjun ke dunia politik,” kata pendiri President University, S D Darmono menambahkan.